Recent News

Iduladha 2026 di Jogja Lebih Aman! Pemkot Ajak Warga Kurban di RPH Giwangan, Kuota Hari Pertama Langsung Penuh

KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak masyarakat melakukan penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan berjalan higienis, sesuai syariat Islam, serta menghasilkan daging kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Hasto Wardoyo yang menilai penyembelihan di rumah potong hewan modern jauh lebih aman dibanding metode tradisional yang masih dilakukan sebagian masyarakat.

Menurut Hasto, fasilitas yang tersedia di RPH Giwangan sudah memenuhi standar kesehatan dan didukung tenaga profesional sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait kualitas daging kurban.

“Kalau bisa jangan lagi memotong hewan dengan cara lama yang kurang sehat. Pemerintah Kota Yogyakarta sudah memiliki rumah potong hewan yang terstandar dan siap melayani masyarakat,” ujar Hasto, Selasa (12/5/2026).

Penyembelihan Kurban Digelar Selama Empat Hari

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti mengatakan pelayanan penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan akan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Mei 2026 atau bertepatan dengan 10–13 Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Tahun ini, RPH Giwangan menyediakan kuota penyembelihan sekitar 305 ekor sapi dan 160 ekor kambing maupun domba. Pendaftaran dilakukan melalui Baznas Kota Yogyakarta dan dibuka hingga 29 Mei 2026.

Sri Panggarti menjelaskan, seluruh hewan kurban yang masuk akan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan sebelum dan sesudah penyembelihan. Selain itu, proses penyembelihan dilakukan oleh juru sembelih halal bersertifikat.

“Di RPH Giwangan, karkas langsung dipotong menjadi enam bagian dan ditimbang sehingga beratnya diketahui dengan jelas. Jeroan juga dibersihkan secara higienis,” jelasnya.

Pemotongan di Luar RPH Tetap Diawasi

Meski demikian, Pemkot Yogyakarta tetap memberikan izin penyembelihan hewan kurban di lingkungan masyarakat. Namun panitia kurban diwajibkan melaporkan lokasi penyembelihan kepada pemerintah melalui sistem pendataan daring.

Pemkot juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencuci jeroan maupun membuang limbah isi perut hewan ke sungai karena dapat mencemari lingkungan dan memicu penyebaran penyakit.

Selain itu, distribusi daging kurban dianjurkan menggunakan kemasan ramah lingkungan dan dilakukan kurang dari lima jam setelah penyembelihan agar kualitas daging tetap terjaga.

Masyarakat pun diminta segera melapor ke layanan call center Dinas Pertanian dan Pangan jika menemukan hewan kurban dalam kondisi sakit atau mencurigakan.

Antusiasme Tinggi, Kuota Hari Pertama Sudah Habis

Ketua Baznas Kota Yogyakarta, Abd Samik mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap layanan penyembelihan di RPH Giwangan tahun ini cukup tinggi.

Hingga saat ini, Baznas mencatat sekitar 51 pendaftar dengan total hampir 193 ekor sapi yang telah masuk daftar penyembelihan.

Bahkan, kuota penyembelihan pada hari pertama Iduladha disebut sudah penuh.

“Hari pertama maksimal 60 ekor dan sekarang sudah penuh. Biasanya masyarakat memang lebih memilih hari pertama dan kedua,” kata Samik.

Adapun biaya layanan penyembelihan ditetapkan sebesar Rp700 ribu per ekor sapi dan Rp150 ribu per ekor kambing atau domba. Biaya tersebut digunakan untuk operasional jagal serta retribusi pelayanan.

Layanan di RPH Giwangan tidak hanya mencakup penyembelihan, tetapi juga pengulitan, pemotongan karkas menjadi enam bagian, hingga pembersihan jeroan. Dengan fasilitas modern yang dimiliki, proses penyembelihan diharapkan berlangsung lebih cepat, bersih, dan nyaman.

Baznas menegaskan prioritas layanan diberikan bagi warga Kota Yogyakarta. Namun jika kuota masih tersedia, masyarakat dari daerah sekitar tetap diperbolehkan memanfaatkan fasilitas tersebut. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan kesehatan hewan kurban, RPH Giwangan diprediksi kembali menjadi pilihan utama warga Jogja pada Iduladha 2026. (*)

Tags :

Zidniy Husnaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada