KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggulirkan program bedah rumah untuk membantu warga kurang mampu memiliki hunian yang lebih layak, sehat, dan aman ditempati. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan permukiman di wilayah perkotaan.
Kegiatan renovasi rumah dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni rumah milik Sudjasman di wilayah Kemetiran Kidul, Kemantren Gedongtengen, serta rumah milik Koniadi di Purwanggan, Kemantren Pakualaman.
Program itu dipimpin langsung oleh Hasto Wardoyo yang turun meninjau kondisi rumah warga sekaligus memulai proses renovasi.
Dalam keterangannya, Hasto Wardoyo menegaskan bahwa persoalan rumah tidak layak huni bukan hanya menyangkut kondisi fisik bangunan semata. Menurutnya, kualitas rumah juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kenyamanan keluarga.
Ia menjelaskan, rumah dengan ventilasi yang baik, sanitasi yang memadai, serta lingkungan yang sehat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Kalau rumah sehat, sirkulasi udara baik, sanitasi bagus, maka kesehatan keluarga juga akan meningkat. Karena itu program bedah rumah akan terus kita dorong,” ujar Hasto, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, di kawasan perkotaan seperti Yogyakarta yang memiliki tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi, keberadaan hunian layak menjadi kebutuhan mendesak. Pemkot ingin memastikan seluruh warga memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk ditinggali.
Kolaborasi Pemerintah, Baznas, dan Dunia Usaha
Program bedah rumah tersebut tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga menggandeng berbagai pihak melalui semangat gotong royong.
Dalam pelaksanaannya, program mendapat dukungan dari BPR Bank Jogja serta Baznas Kota Yogyakarta. Selain itu, bantuan juga datang dari perangkat daerah pendamping dan para karyawan Kristiani di lingkungan Pemkot Yogyakarta.
Hasto menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci agar program sosial seperti bedah rumah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi kerja bersama. Alhamdulillah ada dukungan dari BPR Bank Jogja dan Baznas Kota Yogyakarta sehingga program ini bisa berjalan,” katanya.
Ia memastikan pola kerja sama seperti ini akan terus diperkuat pada program-program sosial berikutnya.
Kondisi Rumah Membutuhkan Penanganan
Rumah milik Sudjasman diketahui mengalami sejumlah kerusakan di beberapa bagian bangunan yang dinilai sudah tidak aman dan perlu segera diperbaiki. Sementara rumah milik Koniadi di Purwanggan juga masuk dalam kategori rumah yang membutuhkan renovasi agar lebih layak ditempati.
Melalui program tersebut, Pemkot Yogyakarta berharap warga penerima bantuan dapat menikmati tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman bersama keluarga.
Selain memperbaiki fisik bangunan, program bedah rumah juga diyakini mampu memberikan dampak sosial dan psikologis bagi masyarakat penerima manfaat.
“Ketika rumah menjadi lebih baik, masyarakat akan merasa lebih nyaman, lebih sehat, dan lebih produktif. Itu yang ingin kita capai bersama,” ungkap Hasto.
Warga Bersyukur Dapat Bantuan Bedah Rumah
Sudjasman mengaku sangat bersyukur rumahnya mendapat bantuan renovasi dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Ia mengatakan selama ini kondisi rumahnya memang membutuhkan banyak perbaikan, terutama pada bagian bangunan yang mulai rusak.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta, BPR Bank Jogja, dan Baznas. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga rumah kami nanti menjadi lebih nyaman dan sehat,” tutur Sudjasman.
Hal serupa disampaikan Koniadi, warga Purwanggan, Pakualaman. Ia berharap proses renovasi rumah dapat berjalan lancar sehingga keluarganya bisa tinggal dengan lebih nyaman dan aman.
Program bedah rumah sendiri menjadi salah satu agenda berkelanjutan Pemkot Yogyakarta dalam upaya menekan angka rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kota Gudeg. (*)




















