KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Dugaan kekerasan terhadap balita di sebuah daycare kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, memicu kekhawatiran para orang tua. Seorang wali murid mengungkapkan, anaknya mengalami ketakutan ekstrem bahkan sejak hari pertama dititipkan.
HF, salah satu wali murid, mengatakan keponakannya yang berusia 3,5 tahun langsung menunjukkan perubahan perilaku mencolok.
“Baru masuk satu hari, besoknya sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu menolak,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, keluarga sempat mengira hal itu sebagai proses adaptasi. Namun, rasa takut anak dinilai tidak wajar dan terus berlanjut meski sudah dibujuk dengan berbagai cara.
Pengakuan Anak hingga Kecurigaan Keluarga
HF menyebut, keponakannya sempat mengeluhkan sikap pengasuh yang dianggap galak. Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah muncul informasi di media sosial terkait dugaan kekerasan di daycare tersebut.
“Setelah ada kabar di medsos, kami baru sadar kenapa anak jadi trauma,” katanya.
Meski tidak ditemukan luka fisik, anak tersebut mengalami tekanan psikis hingga akhirnya dipindahkan ke sekolah lain di kawasan Rejowinangun.
Polisi Tutup Operasional Daycare
Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian. Riski Adrian membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan pada Jumat (24/4/2026).
“Iya benar, kami melakukan penggerebekan di salah satu tempat penitipan anak di Umbulharjo,” ujarnya.
Polisi menduga terdapat praktik perlakuan tidak layak terhadap anak, termasuk indikasi kekerasan dan penelantaran.
Saat ini, operasional daycare telah dihentikan sementara. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap fakta dan pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
Kasus ini menjadi alarm bagi orang tua untuk lebih waspada dalam memilih layanan penitipan anak, serta mendorong pengawasan lebih ketat terhadap lembaga serupa. (*)



















