KABARSEMBADA.COM, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur jalan guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk mencapai target kondisi jalan mantap, kebutuhan anggaran yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp1,118 triliun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sukarmin, menjelaskan angka tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan penanganan jalan kabupaten yang tersebar di berbagai wilayah Sleman.
Menurutnya, infrastruktur jalan menjadi salah satu sektor prioritas karena berpengaruh langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga pengembangan sektor pariwisata.
Anggaran Jalan 2026 Naik Drastis
Pada tahun 2026, Pemkab Sleman menyiapkan anggaran sekitar Rp108 miliar untuk sektor jalan. Nilai ini mengalami peningkatan dibanding alokasi tahun 2024 sebesar Rp58 miliar dan tahun 2025 sebesar Rp57 miliar.
Peningkatan anggaran tersebut juga digunakan untuk mendukung pengadaan alat pengolah aspal agar kualitas pekerjaan jalan lebih optimal.
“Komitmen pemerintah daerah jelas, yakni meningkatkan kualitas jalan agar aktivitas ekonomi masyarakat semakin lancar,” kata Sukarmin, Selasa (12/5/2026).
DPUPKP Sleman menargetkan pembangunan dan peningkatan jalan semakin masif pada 2026. Jika pada 2025 hanya menangani lima ruas jalan dengan anggaran Rp19 miliar, maka tahun depan meningkat menjadi 11 ruas jalan dengan total panjang sekitar 11,8 kilometer dan nilai pekerjaan Rp45 miliar.
Selain pembangunan jalan, pemerintah juga mengalokasikan Rp5,3 miliar untuk penggantian tiga jembatan serta pembangunan 14 titik gorong-gorong.
Sementara itu, pemeliharaan berkala jalan disiapkan melalui anggaran Rp26 miliar untuk ruas jalan sepanjang 14,65 kilometer.
Jalan Desa Masuk Prioritas Pemerintah
Tidak hanya jalan kabupaten, Pemkab Sleman mulai memfokuskan perhatian terhadap kondisi jalan desa. Program tersebut muncul setelah banyak pemerintah kalurahan mengeluhkan kerusakan jalan poros desa.
Melalui Bidang Bina Marga, pemerintah daerah tengah menyiapkan regulasi agar penanganan jalan desa dapat dilakukan secara bertahap.
Sebagai dukungan awal, pemerintah mengalokasikan dana Rp8,6 miliar untuk perbaikan jalan desa. Setiap desa nantinya diperkirakan memperoleh bantuan stimulan sekitar Rp100 juta.
Pelaksanaan proyek infrastruktur tahun ini juga dipengaruhi kenaikan harga aspal akibat kondisi global. Konflik internasional disebut berdampak terhadap harga minyak dunia yang kemudian memicu kenaikan harga material konstruksi.
Sukarmin mengungkapkan harga aspal yang sebelumnya sekitar Rp14 ribu per kilogram kini meningkat menjadi Rp15.500 per kilogram dan sempat melonjak hingga Rp32 ribu.
Meski demikian, Pemkab Sleman memastikan proyek tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal agar penggunaan anggaran lebih efisien.
Berdasarkan data Pemkab Sleman, total panjang jalan kabupaten mencapai 733,67 kilometer yang terbagi dalam 371 ruas jalan.
Saat ini sekitar 68,01 persen atau 498,94 kilometer jalan berada dalam kondisi mantap. Sedangkan 31,99 persen lainnya atau sepanjang 234,73 kilometer masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Adapun total kebutuhan anggaran Rp1,1 triliun meliputi Pemeliharaan rutin Rp18,7 miliar, Pemeliharaan berkala Rp1,034 triliun, dan Peningkatan jalan Rp65,4 miliar
Pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan mampu meningkatkan pelayanan publik sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi di Sleman. (*)






















