KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Museum Sonobudoyo kembali menghadirkan suasana budaya yang kental dan memikat lewat pagelaran Wayang Topeng Panji yang sukses menyedot perhatian wisatawan dan pecinta seni tradisional.
Pertunjukan yang digelar di Gedung Semar atau Pendopo Timur Museum Sonobudoyo Unit I, Jalan Pangurakan Nomor 6, Ngupasan, Kota Yogyakarta itu berlangsung meriah dan penuh nuansa tradisional khas Jawa.
Pagelaran kali ini menampilkan lakon “Sekartaji Kembar” yang dibawakan oleh Sanggar Sumunar. Berbeda dengan pertunjukan wayang kulit pada umumnya, Wayang Topeng Panji menghadirkan para pemain secara langsung di atas panggung dengan mengenakan topeng karakter khas Panji. Gerakan tari yang luwes, ekspresi teatrikal yang kuat, serta iringan gamelan tradisional membuat suasana pertunjukan terasa magis dan memukau penonton.
Cerita yang diangkat dalam pementasan tersebut sarat dengan pesan moral mengenai kesetiaan, kepahlawanan, hingga perjalanan cinta yang penuh makna. Tidak hanya menjadi hiburan, pertunjukan ini juga menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat seni tradisi Jawa.
Koordinator kegiatan Museum Sonobudoyo, Budi Hartono, mengatakan pihak museum berkomitmen untuk terus menjaga keberlangsungan seni budaya Jawa di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
“Wayang Panji adalah bagian penting dari identitas budaya kita. Kami ingin terus menghadirkan pertunjukan berkualitas agar masyarakat, khususnya generasi muda dan wisatawan, bisa merasakan langsung keindahan warisan leluhur. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya nyata melestarikan budaya agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Budi, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, pagelaran Wayang Topeng Panji rutin diselenggarakan setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu malam mulai pukul 20.00 WIB hingga 21.30 WIB. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu agenda budaya unggulan yang banyak diminati wisatawan lokal maupun mancanegara saat berkunjung ke Yogyakarta.
Harga tiket yang terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung domestik hanya perlu membayar Rp20 ribu untuk menikmati pertunjukan seni tradisional yang berkualitas, sedangkan wisatawan asing dikenakan tiket sebesar Rp50 ribu.
Antusiasme penonton terlihat sepanjang pertunjukan berlangsung. Banyak pengunjung terpukau dengan harmonisasi musik gamelan, kostum tradisional, hingga kemampuan para penari dalam memerankan karakter Panji secara apik.
Salah satu pengunjung, Sari Dewi, mengaku terkesan dengan suasana pertunjukan yang dinilai unik dan berbeda dibanding hiburan modern lainnya.
“Pertunjukannya keren banget. Penarinya luwes, musik gamelannya juga bikin suasana jadi tenang dan khas Jawa sekali. Dengan harga tiket cuma Rp20 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati seni budaya yang berkualitas tinggi. Sangat recommended buat wisatawan yang ingin mencari pengalaman berbeda saat di Jogja,” katanya.
Museum Sonobudoyo sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Jawa di Yogyakarta. Selain menyimpan koleksi sejarah dan budaya, museum ini aktif menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat luas.
Pagelaran Wayang Topeng Panji menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah gempuran hiburan modern dan digital, pertunjukan budaya seperti ini justru menjadi alternatif wisata edukatif yang semakin diminati wisatawan. Bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana malam khas Yogyakarta dengan sentuhan budaya tradisional yang autentik, pertunjukan Wayang Topeng Panji di Museum Sonobudoyo bisa menjadi pilihan menarik untuk menghabiskan akhir pekan. (*)
Pewarta: Yahya Haqul Mubin























