Recent News

TMMD Sengkuyung III 2026, Bangun 10 RTLH Direhab dan Infrastruktur Permukiman Kota Yogyakarta

KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Kodim 0734/Kota Yogyakarta resmi mengawali Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 sebagai langkah percepatan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Program kolaboratif yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” tersebut dibuka di Lapangan Balai Kota Yogyakarta pada Rabu (15/7/2026).

Pembukaan kegiatan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, yang membacakan amanat Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.

Program TMMD Sengkuyung Tahap III akan berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Kegiatan difokuskan di wilayah Kemantren Gondomanan dan Mergangsan, meliputi Kelurahan Prawirodirjan, Ngupasan, dan Keparakan.

TMMD Jadi Motor Pemerataan Pembangunan

Dalam amanat yang disampaikan, Agus Arif Nugroho menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, lembaga sosial, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

Menurutnya, seluruh kegiatan yang dilaksanakan telah disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

“Program-program yang akan dikerjakan benar-benar menyentuh kebutuhan dan berdampak bagi masyarakat. Mulai dari pemasangan paving block dan pagar, rehabilitasi satu unit taman kanak-kanak, hingga rehabilitasi 10 rumah tidak layak huni. Pembangunan ini bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh pekerjaan diharapkan dapat berjalan tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu sehingga hasil pembangunan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Bangun Infrastruktur dan Tingkatkan Kualitas Hunian Warga

Pada TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026, sejumlah proyek fisik menjadi prioritas utama. Kegiatan tersebut meliputi pemasangan paving block sepanjang 58 meter dengan lebar tiga meter, rehabilitasi satu unit taman kanak-kanak, serta renovasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pembangunan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan permukiman yang lebih nyaman, aman, dan sehat bagi masyarakat.

Perbaikan RTLH menjadi salah satu fokus utama karena masih terdapat warga yang membutuhkan tempat tinggal yang layak. Melalui program ini, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tingkat lingkungan.

Selain itu, rehabilitasi taman kanak-kanak juga menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Fasilitas belajar yang lebih baik diyakini dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Tak Hanya Fisik, TMMD Juga Bangun Kualitas SDM

Keunikan TMMD terletak pada pendekatannya yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan nonfisik.

Dalam pelaksanaan tahun ini, masyarakat akan mendapatkan sejumlah penyuluhan dari berbagai instansi terkait. Kodim 0734/Kota Yogyakarta akan memberikan penyuluhan mengenai rekrutmen prajurit TNI, sementara Polresta Yogyakarta memberikan edukasi tentang penyakit masyarakat, keamanan, dan ketertiban lingkungan.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta akan menggelar penyuluhan kesehatan masyarakat serta edukasi pencegahan stunting yang menjadi salah satu isu prioritas nasional.

Agus menilai kegiatan nonfisik tersebut sangat penting karena pembangunan tidak hanya diukur dari kualitas infrastruktur, tetapi juga dari kualitas masyarakat yang memanfaatkannya.

“Bagaimana kita mempersiapkan anak-anak agar nyaman di sekolah, masyarakat juga nyaman di rumahnya. Infrastruktur kita sentuh, aspek sosial juga kita perhatikan. Jadi fisik dan nonfisik berjalan bersama,” katanya.

Selain itu, materi mengenai wawasan kebangsaan dan informasi pembangunan daerah juga akan diberikan guna memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Kolaborasi Banyak Pihak, Wujud ‘Keroyokan Kebaikan’

Agus menyebut TMMD sebagai salah satu strategi efektif untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak terlepas dari keterlibatan banyak pihak yang bekerja secara bersama-sama.

“Ini adalah satu program yang luar biasa. Salah satu strategi mempercepat pembangunan dan pemerataan pembangunan tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ada TNI, Polri, Kejaksaan, Baznas, pemerintah, semuanya terlibat. Ini adalah keroyokan kebaikan,” ungkapnya.

Konsep gotong royong yang menjadi semangat utama TMMD dinilai relevan dengan karakter masyarakat Yogyakarta yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan solidaritas sosial.

Untuk mendukung pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp524.869.855.

Dana tersebut berasal dari berbagai sumber, yakni APBD Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar Rp75 juta, APBD Kota Yogyakarta sebesar Rp399.869.855, serta dukungan dari Baznas Kota Yogyakarta sebesar Rp50 juta.

Pelaksanaan program melibatkan unsur TNI, Polri, Pemerintah Kota Yogyakarta, lembaga sosial, dan masyarakat sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan daerah.

Baznas Kota Yogyakarta Dukung Rehabilitasi RTLH

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta, Drs. Abd. Samik, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung program TMMD, khususnya untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Baznas Kota Yogyakarta mengalokasikan bantuan sebesar Rp50 juta yang difokuskan untuk mendukung renovasi 10 unit RTLH yang menjadi sasaran program tahun ini.

Menurut Samik, bantuan tersebut tidak hanya bertujuan membantu warga, tetapi juga untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam semangat gotong royong.

“Kami hanya membantu sekadarnya, tetapi memang sengaja untuk memancing kegotongroyongan masyarakat sesuai dengan semboyan kita, Segoro Amarto,” ujarnya. Dengan kolaborasi berbagai pihak, TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Kota Yogyakarta. Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah warga, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi fondasi utama pembangunan berkelanjutan. (*)

Tags :

Zidniy Husnaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada