Recent News

Dari Malioboro Menuju Wisata Hijau, 80 Becak Listrik Baru Resmi Mengaspal di Yogyakarta

KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Upaya menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang lebih ramah lingkungan kembali mendapat suntikan energi baru. Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyerahkan 80 unit Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) kepada para pengemudi becak di Kota Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Program ini tidak sekadar menghadirkan armada transportasi berbasis listrik, tetapi juga membangun ekosistem lengkap yang mendukung operasional para pengemudi. Mulai dari stasiun pengisian daya, baterai cadangan, bengkel bergerak hingga pusat perawatan kendaraan yang terintegrasi dengan dunia pendidikan vokasi.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Sasana Hinggil Keraton Yogyakarta oleh Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada perwakilan pengemudi becak. Pada kesempatan yang sama, sarana dan prasarana pendukung Bekalista diserahkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta yang diwakili Wali Kota Hasto Wardoyo.

Peluncuran program tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi transportasi tradisional menuju moda yang lebih modern, efisien, dan rendah emisi tanpa meninggalkan identitas budaya yang selama puluhan tahun melekat pada becak sebagai ikon Kota Yogyakarta.

Usai prosesi penyerahan, Menteri Keuangan, Gubernur DIY, dan Wali Kota Yogyakarta turut menjajal langsung Bekalista dengan berkeliling kawasan Alun-Alun Selatan. Kehadiran becak listrik tersebut langsung menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi acara.

Perkuat Wajah Baru Transportasi Wisata Jogja

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Keuangan dan PIP yang tidak hanya memberikan armada becak listrik, tetapi juga memikirkan keberlanjutan program melalui pembangunan infrastruktur pendukung.

Menurut Hasto, salah satu persoalan yang sering muncul dalam program bantuan kendaraan adalah minimnya dukungan layanan perawatan dan purna jual. Namun pada program Bekalista, aspek tersebut justru menjadi perhatian utama.

Pusat perawatan kendaraan disiapkan di SMK Negeri 3 Yogyakarta yang juga dilibatkan dalam pengembangan dan pemeliharaan armada. Selain itu tersedia layanan bengkel keliling yang siap membantu pengemudi apabila mengalami kendala saat beroperasi.

“Ini menjadi model yang sangat baik karena ekosistemnya dibangun secara lengkap. Ada charger, bengkel, layanan perawatan hingga dukungan dari sekolah kejuruan sehingga keberlanjutan program lebih terjamin,” ujar Hasto.

Sebanyak 12 titik pengisian daya juga telah dipersiapkan untuk memastikan operasional Bekalista berjalan lancar dan efisien.

Jumlah Becak Listrik Terus Bertambah

Tambahan 80 unit Bekalista semakin memperkuat transformasi transportasi ramah lingkungan di Kota Yogyakarta. Hingga pertengahan 2026, jumlah becak listrik yang beroperasi di kota ini telah mendekati 320 unit.

Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen melanjutkan program konversi secara bertahap dengan dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Langkah tersebut sejalan dengan rencana penataan kawasan Malioboro yang semakin mengedepankan kenyamanan pejalan kaki serta pengurangan kendaraan berbahan bakar fosil.

Menurut Hasto, keberadaan becak listrik sangat relevan dengan konsep kawasan wisata modern yang tetap mempertahankan karakter budaya lokal.

Selain tidak menghasilkan emisi gas buang, becak listrik juga minim kebisingan sehingga menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi wisatawan.

Menjaga Ikon Lama dengan Energi Baru

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa program Bekalista merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dirancang berbasis komunitas.

Sebanyak 80 pengemudi becak menerima manfaat langsung dari program tersebut. Untuk mendukung aktivitas mereka, PIP menyiapkan berbagai fasilitas seperti 12 stasiun pengisian daya, satu unit bengkel bergerak, delapan baterai cadangan, serta bengkel induk yang berlokasi di SMK Negeri 3 Yogyakarta.

Menariknya, seluruh proses pembangunan Bekalista melibatkan tenaga kerja lokal. Mulai dari proses produksi, perakitan, instalasi kelistrikan hingga pengembangan teaching factory yang melibatkan siswa pendidikan vokasi.

Purbaya menilai program ini memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar modernisasi alat transportasi.

“Yang kita lakukan bukan mengganti becak lama dengan kendaraan baru. Yang kita lakukan adalah menjaga warisan budaya yang sudah menjadi identitas Yogyakarta dengan memberikan energi baru yang lebih ramah lingkungan dan lebih produktif,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran Bekalista dapat membantu meningkatkan pendapatan para pengemudi sekaligus mengurangi beban fisik, terutama bagi mereka yang telah berusia lanjut.

Sultan HB X: Transportasi Harus Menghormati Ruang Budaya

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut program Bekalista sebagai wujud kolaborasi yang berhasil mempertemukan kepentingan budaya, sosial, ekonomi dan lingkungan dalam satu kebijakan.

Menurut Sultan, keberadaan becak bukan hanya alat transportasi, tetapi bagian dari identitas Yogyakarta yang telah menjadi daya tarik wisata selama bertahun-tahun.

Karena itu, transformasi menuju kendaraan listrik harus dipandang sebagai upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus menjawab tantangan zaman.

Sultan juga mengingatkan bahwa transformasi transportasi tidak cukup dilakukan hanya dengan mengganti teknologi penggerak kendaraan.

Diperlukan sistem pendukung yang kuat, mulai dari perawatan kendaraan, peningkatan kompetensi pengemudi hingga standar keselamatan dan kenyamanan bagi wisatawan.

“Di kawasan budaya seperti Yogyakarta, transportasi tidak hanya dituntut cepat dan efisien. Transportasi juga harus bersih, tertib, manusiawi, dan mampu menghormati karakter ruang budaya yang dimiliki,” kata Sultan.

Harapan Baru bagi Pengemudi Becak

Di kalangan pengemudi, program Bekalista disambut penuh antusiasme. Ketua Paguyuban Becak Motor Yogyakarta, Parmin, mengaku bantuan tersebut memberikan harapan baru bagi para pengemudi yang selama ini mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber penghasilan.

Menurutnya, penggunaan tenaga listrik akan membuat operasional becak lebih hemat dan nyaman, baik bagi pengemudi maupun wisatawan.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah. Bantuan ini menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mendukung transportasi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Parmin optimistis kehadiran Bekalista akan semakin memperkuat daya tarik wisata Yogyakarta karena menawarkan pengalaman berkeliling kota yang unik, nyaman, dan selaras dengan tren pariwisata berkelanjutan yang kini berkembang di berbagai negara. Dengan tambahan puluhan armada baru dan dukungan infrastruktur yang lengkap, Yogyakarta semakin menunjukkan keseriusannya membangun sistem transportasi wisata yang modern tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat. Bekalista kini bukan hanya kendaraan, tetapi simbol perubahan menuju masa depan pariwisata hijau di Kota Gudeg. (*)

Tags :

Festy F

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada