Recent News

SPPG Sardonoharjo Jadi Mesin Gizi dan Ekonomi Desa, Perputaran Uang Capai Rp60 Juta per Hari

KABARSEMBADA.COM, SLEMAN – Siapa sangka, dapur bergizi yang dirancang oleh Presiden Prabowo Subiyanto untuk memenuhi kebutuhan anak-anak justru menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa. Itulah yang kini terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Tak hanya menyehatkan anak-anak, keberadaan SPPG ini juga membuat roda ekonomi desa berputar cepat.

Ketua Yayasan sekaligus mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dan Direktur BUMKal Sardonoharjo, Cahyo Binarto, menyebut bahwa aktivitas di dapur gizi tersebut mampu menciptakan perputaran uang hingga Rp50–60 juta per hari.

Anggota DPRD Sleman, Happy Brilliant Srikandy ketika meninjau SPPG Sardonoharjo. (Foto: Riyadi/Kabar Sembada)

“Kalau SPPG ini disinergikan dengan Koperasi Desa Merah Putih, BUMKal, kelompok tani, dan UMKM, dampaknya luar biasa bagi masyarakat,” ujar Cahyo dengan nada optimistis, Jumat (10/10/2025).

Dari Gizi Anak ke Gerakan Ekonomi Desa

Cahyo menilai, konsep SPPG bukan sekadar proyek pemenuhan gizi, melainkan sebuah ekosistem ekonomi desa yang hidup dan mandiri. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga untuk penyediaan bahan pangan seperti ayam, telur, ikan, beras, dan buah-buahan.

Kerja sama ini selaras dengan Peraturan Menteri Desa Nomor 3 Tahun 2025, yang mengamanatkan 20% dana desa dialokasikan untuk ketahanan pangan.

“SPPG jangan hanya dilihat dari sisi pemenuhan gizi, tapi juga sebagai penggerak ekonomi desa. Ini sejalan dengan cita-cita nasional: masyarakat yang sehat, kuat, dan ekonominya makmur,” jelas Cahyo.

Dengan sinergi tersebut, SPPG Sardonoharjo menjadi model “dapur gizi berbasis ekonomi lokal” yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.

Legislator Gerindra Sleman Dukung Sinergi Petani dan Dapur Gizi

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Sleman, Happy Brilliant Srikandy. Ia mengajak masyarakat agar turut berpartisipasi dalam rantai suplai bahan pangan untuk dapur SPPG.

Menurutnya, warga bisa memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam sayur, beternak ayam, maupun mengembangkan perikanan rumahan.

“Untuk pemasaran ke dapur SPPG, petani bisa berkoordinasi dengan BUMDes atau Koperasi Merah Putih di wilayahnya,” terang Brilliant.

Program MBG Presiden Prabowo Dongkrak Lapangan Kerja

Lebih jauh, Brilliant menyebut bahwa keberadaan dapur gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subiyanto juga memberikan efek domino ekonomi bagi masyarakat.

Selain menumbuhkan sektor pertanian dan peternakan lokal, program ini juga menciptakan lapangan kerja baru.

“Setiap dapur MBG setidaknya membutuhkan sekitar 50 orang tenaga kerja. Belum lagi peluang ekonomi bagi petani dan peternak yang ikut memasok bahan pangan,” ungkapnya.

Dengan perputaran uang hingga puluhan juta rupiah per hari dan keterlibatan masyarakat dalam seluruh rantai pasoknya, SPPG Sardonoharjo kini menjadi contoh sukses sinergi antara program gizi nasional dan pemberdayaan ekonomi desa.

Model ini bukan hanya mengatasi masalah stunting dan kekurangan gizi anak, tetapi juga membuka jalan bagi kemandirian ekonomi berbasis lokal, sebuah cita-cita besar menuju Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera. (*)

Tags :

Arya Apolonio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada