KABARSEMBADA.COM, PURWOKERTO – Momentum libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 dimanfaatkan ribuan masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi atau Daop 5 Purwokerto mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang yang berangkat dari berbagai stasiun di wilayahnya sejak Kamis (4/9/2025).
Data resmi KAI menyebutkan, pada Kamis (4/9/2025) terdapat 14.087 penumpang yang naik kereta dari wilayah Daop 5. Stasiun Purwokerto menjadi yang tersibuk dengan 6.275 penumpang, disusul Stasiun Kroya dengan 1.693 penumpang, serta Stasiun Kutoarjo sebanyak 1.400 penumpang.
Sementara pada Jumat (5/9/2025) hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sudah 8.476 penumpang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah kerja Daop 5. Angka ini diperkirakan terus bertambah hingga malam hari karena perjalanan kereta api masih berlangsung hingga jelang tengah malam.
Lonjakan penumpang ini menjadi bukti tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api selama periode libur panjang. Suasana ramai terlihat di Stasiun Purwokerto sejak pagi, dengan antrean penumpang yang ingin memastikan perjalanan mereka berjalan lancar.
“Setiap libur panjang, kereta memang jadi pilihan utama. Lebih cepat dan nyaman dibandingkan kendaraan pribadi,” ujar Siti Rahma (34), penumpang tujuan Jakarta yang ditemui di Stasiun Purwokerto.
Komitmen KAI Berikan Layanan Nyaman
Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap mempercayakan perjalanan mereka kepada KAI.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi utama. KAI berkomitmen menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” katanya, Jumat (5/9/2025).
Lebih jauh, Krisbiyantoro menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas berbahaya di jalur rel, tidak melempar benda ke arah kereta, dan tetap disiplin ketika melintas di perlintasan sebidang.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat menerapkan tiga langkah penting ketika berada di perlintasan sebidang: berhenti, tengok kiri-kanan, dan dahulukan perjalanan kereta api,” tegasnya.
KAI juga menegaskan bahwa rel kereta api merupakan jalur khusus yang tidak boleh digunakan untuk aktivitas lain. Kedisiplinan masyarakat mematuhi aturan, menurutnya, akan sangat berpengaruh terhadap terciptanya keselamatan perjalanan secara menyeluruh.
Dengan lonjakan penumpang yang terjadi selama libur panjang Maulid Nabi, pihak KAI Daop 5 berharap pengalaman perjalanan yang diberikan dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, andal, dan berkesan. (*)























