KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Kinerja angkutan barang Kereta Api Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta kembali mencatat hasil gemilang. Sepanjang Juli 2025, KAI Daop 6 berhasil mengangkut 35.480 ton barang, meningkat sekitar 8 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 32.711 ton.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan bahwa kenaikan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap moda transportasi berbasis kereta api.
“Pertumbuhan ini selaras dengan meningkatnya permintaan pelanggan terhadap angkutan barang kereta api yang memiliki banyak keunggulan, terutama kapasitas besar dan ketepatan waktu. Pada Juli 2025, tingkat ketepatan keberangkatan dan kedatangan kereta barang di Daop 6 bahkan mencapai 100 persen,” terang Feni, Jumat (22/8/2025).
Peningkatan arus penumpang saat libur sekolah Juli lalu ternyata juga berdampak pada naiknya kebutuhan logistik, terutama bahan bakar minyak (BBM).
Feni menyebut, 29.647 ton BBM berhasil diangkut selama periode tersebut, menjadikannya komoditas terbesar yang dilayani KAI Daop 6. Selain itu, terdapat 388 ton barang hantaran paket (BHP) serta 4.074 ton komoditas lain, mulai dari kebutuhan industri hingga logistik konsumsi masyarakat.
Kereta Barang, Solusi Logistik Masa Depan
KAI menegaskan bahwa penggunaan kereta api sebagai moda angkutan barang tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga memberikan manfaat strategis bagi perekonomian dan lingkungan.
“Kereta barang lebih aman, bebas pungli, dikelola oleh tenaga profesional bersertifikat, serta membantu menekan biaya logistik. Selain itu, angkutan berbasis rel juga mampu mengurangi kemacetan, menurunkan emisi polusi, dan meminimalkan kerusakan jalan akibat kendaraan berat,” jelas Feni.
Melihat tren positif tersebut, KAI Daop 6 optimistis kinerja angkutan barang akan terus meningkat di bulan-bulan mendatang. Pihaknya juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha di wilayah operasionalnya, termasuk industri energi, manufaktur, dan perdagangan.
“KAI berkomitmen memperkuat sistem logistik ramah lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Dengan dukungan masyarakat dan mitra usaha, kami yakin volume angkutan barang akan tumbuh lebih besar lagi,” jelas Feni. (*)






















