Recent News

Sleman Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Bansos, Penyaluran Bantuan Kini Lebih Cepat dan Transparan

KABARSEMBADA.COM, SLEMAN — Kabupaten Sleman ditunjuk sebagai salah satu dari 40 daerah percontohan nasional dalam penerapan digitalisasi bantuan sosial (bansos) melalui program Perlindungan Sosial (Perlinsos). Program ini digagas pemerintah untuk mempercepat penyaluran bantuan sekaligus memastikan penerima bansos lebih tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro, menjelaskan penerapan sistem digital menjadi upaya pembenahan mekanisme penyaluran bantuan yang selama ini masih menuai berbagai keluhan dari masyarakat.

“Melalui sistem digital, proses penyaluran menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Masyarakat juga dapat mengetahui alasan usulan bantuan diterima maupun ditolak,” ujar Wawan saat konferensi pers di Sleman, Kamis (7/5/2026).

Dalam skema baru tersebut, penyaluran bansos dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni pendaftaran digital, verifikasi dan validasi data, serta penyaluran bantuan langsung ke rekening penerima manfaat.

Masyarakat yang pengajuan bantuannya ditolak juga tetap diberikan ruang untuk mengajukan sanggahan dengan melampirkan dokumen pendukung melalui aplikasi yang disediakan pemerintah.

Prioritaskan Warga Miskin dan Miskin Ekstrem

Pada tahap awal implementasi, Pemerintah Kabupaten Sleman memfokuskan program kepada masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Jumlah penerima manfaat awal tercatat sebanyak 26.747 keluarga penerima manfaat (KPM).

Jumlah tersebut menyesuaikan kondisi angka kemiskinan di Sleman yang saat ini berada di kisaran 6,71 persen.

Ke depan, cakupan penerima bantuan akan diperluas untuk kelompok rentan miskin yang jumlahnya mencapai 126.877 KPM. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, total penerima digitalisasi bansos di Sleman diperkirakan mencapai 153.624 KPM.

Ribuan Pendamping Disiapkan untuk Warga

Untuk mendukung kelancaran program, Pemkab Sleman menyiapkan 2.238 agen pendamping yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kapanewon, kalurahan, kader PKK, Posyandu, Karang Taruna, hingga pengurus RT dan RW.

Para pendamping akan membantu warga yang belum memiliki telepon pintar atau masih mengalami kendala dalam mengakses layanan digital.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinsos Sleman, Feri Istanto, mengatakan masyarakat yang sudah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) dapat melakukan pendaftaran bansos secara mandiri melalui portal Perlinsos.

Menurutnya, aktivasi IKD menjadi syarat utama dalam proses pendaftaran bantuan sosial secara daring. Saat ini, Pemkab Sleman juga tengah menyiapkan bimbingan teknis bagi para agen pendamping sebelum program resmi dijalankan. Uji coba digitalisasi bansos ditargetkan mulai berlangsung pada Juni hingga Juli 2026. (*)

Tags :

Arya Apolonio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada