Recent News

Konfercab XV PCNU Sleman: Ariyanto Nugroho Menang Tipis dalam Pemilihan Ketua

KABARSEMBADA.COM, SLEMAN – Konferensi Cabang (Konfercab) XV Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman menjadi tonggak penting bagi perjalanan organisasi ke depan. Forum permusyawaratan lima tahunan yang digelar di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (5/7/2026), menetapkan kepemimpinan baru setelah melalui proses musyawarah dan pemilihan yang berlangsung demokratis.

Hasil Konfercab menetapkan Dr. Ariyanto Nugroho sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman periode mendatang. Ia memperoleh 9 suara, unggul tipis atas rivalnya, Dr. Abdul Mughits, yang mengantongi 8 suara dari total suara 17 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sleman. Sementara jabatan Rais Syuriyah dipercayakan kepada Dr. KH Ahmad Fatah melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Suasana pemilihan berlangsung kondusif dan penuh semangat kekeluargaan. Seluruh peserta menerima hasil sidang dengan lapang dada sebagai wujud komitmen menjaga persatuan organisasi serta memperkuat khidmat Nahdlatul Ulama kepada umat.

Konfercab XV turut dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, unsur Forkopimda Kabupaten Sleman, para kiai, tokoh masyarakat, serta ratusan kader NU yang berasal dari seluruh MWCNU di Kabupaten Sleman.

Sejak pagi hari, kompleks Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro dipenuhi peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, sidang pleno, penyampaian laporan pertanggungjawaban, pembahasan rekomendasi organisasi, hingga pemilihan kepemimpinan baru.

Konfercab XV tidak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga forum strategis untuk mengevaluasi capaian kepengurusan sebelumnya sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan.

Berbagai isu strategis menjadi perhatian peserta, mulai dari penguatan kaderisasi, peningkatan kualitas dakwah, pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin, pengembangan pendidikan, hingga penguatan pelayanan sosial kepada masyarakat.

Melalui forum tersebut, PCNU Sleman berkomitmen menghadirkan organisasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang selama ini menjadi fondasi perjuangan Nahdlatul Ulama.

Soliditas antarpengurus dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat juga menjadi salah satu fokus pembahasan agar peran NU semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Mekanisme Pemilihan Menjunjung Musyawarah

Ketua Panitia Konfercab XV PCNU Sleman, Mansoji, M.Pd, menjelaskan bahwa proses pemilihan dilaksanakan sesuai ketentuan organisasi yang mengedepankan musyawarah dan demokrasi.

Munsoji menerangkan bahwa pemilihan Rais Syuriyah dilakukan melalui mekanisme AHWA. Setiap MWCNU mengusulkan lima nama dalam amplop yang kemudian ditabulasi dan dibahas oleh tim AHWA untuk menetapkan Rais Syuriyah terpilih.

“Sementara pemilihan Ketua Tanfidziyah pada prinsipnya mengutamakan musyawarah mufakat. Apabila belum tercapai kesepakatan, maka dilaksanakan voting tertutup, di mana setiap MWCNU memiliki satu hak suara. Calon yang memperoleh minimal lima dukungan dapat maju sebagai calon resmi setelah mendapat persetujuan Rais Syuriyah. Jika sejak awal ada calon yang memperoleh sembilan suara, maka langsung ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah karena telah memenuhi dukungan mayoritas,” jelas pria asal Lampung ini.

Menurutnya, mekanisme tersebut merupakan bentuk perpaduan antara tradisi musyawarah para ulama dengan prinsip demokrasi yang telah lama menjadi karakter Nahdlatul Ulama.

Pesantren Menjadi Saksi Lahirnya Kepemimpinan Baru

Pemilihan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro sebagai lokasi penyelenggaraan Konfercab dinilai menghadirkan nuansa religius yang mendukung jalannya musyawarah organisasi.

Lingkungan pesantren yang teduh dan sarat nilai keislaman memberikan suasana yang kondusif bagi peserta dalam mengambil keputusan-keputusan penting bagi masa depan organisasi.

Di sela-sela agenda resmi, para peserta juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat silaturahmi, berdiskusi, serta membangun komitmen bersama dalam memperkuat peran NU di Kabupaten Sleman.

Kebersamaan yang terbangun sepanjang Konfercab mencerminkan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas warga Nahdlatul Ulama.

Optimisme Menatap Lima Tahun Mendatang

Terpilihnya kepemimpinan baru membawa harapan besar bagi warga Nahdliyin di Sleman. Di bawah kepemimpinan Ariyanto Nugroho bersama KH Ahmad Fatah, PCNU Sleman diharapkan mampu menghadirkan program-program yang lebih inovatif, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta memperluas kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah.

Konfercab XV juga menjadi bukti bahwa regenerasi kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama berjalan secara demokratis, damai, dan tetap menjunjung tinggi nilai musyawarah sebagai tradisi organisasi.

Dengan semangat baru yang lahir dari forum tersebut, PCNU Sleman optimistis mampu menjadi organisasi yang semakin solid, progresif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (*)

Pewarta: Yahya Haqul Mubin

Tags :

Arya Apolonio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada