KABARSEMBADA.COM, SLEMAN – Duel final Championship Liga 2 antara PSS Sleman melawan Garudayaksa FC berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu. Pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026) malam, berakhir imbang 2-2 dan harus dilanjutkan ke babak adu penalti.
Laga final yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menyajikan tensi tinggi sejak menit awal pertandingan.
Garudayaksa FC sempat unggul lebih dahulu melalui gol Alfin Faiz Kelilaw pada menit ke-23 dan penalti Everton Nascimento menit ke-36.
Tertinggal dua gol, PSS Sleman bangkit pada babak kedua lewat dua gol Gustavo Tocantins pada menit ke-61 dan 93 sehingga memaksa pertandingan berlanjut ke extra time.
Extra Time Berlangsung Ketat dan Penuh Peluang
Memasuki babak tambahan waktu, kedua tim tampil agresif dan saling menekan demi mencetak gol kemenangan.
Pertandingan berlangsung keras dengan banyak pelanggaran yang memaksa wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning. Hingga menit ke-100, total sembilan kartu kuning telah diberikan, enam di antaranya untuk pemain PSS Sleman.
PSS Sleman sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-102, namun penyelesaian akhir masih belum maksimal sehingga bola melenceng dari gawang.
Pada babak kedua extra time, Garudayaksa kembali mencoba mengambil inisiatif serangan cepat, tetapi sejumlah peluang masih mampu diamankan lini pertahanan dan penjaga gawang PSS Sleman.
Tim berjuluk Super Elang Jawa juga beberapa kali mengancam melalui situasi sepak pojok dan serangan dari sisi sayap.
Peluang terbaik PSS hadir pada menit ke-113 lewat tendangan Alfareza yang masih melenceng meski berada dalam posisi terbuka.
Adu Penalti Jadi Penentu Juara
Menjelang akhir pertandingan, duel semakin panas dengan tensi tinggi di area kotak penalti kedua tim. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tetap bertahan.
Hasil tersebut membuat partai final Championship Liga 2 harus ditentukan melalui babak adu penalti.
Laga ini juga menghadirkan duel menarik antara pelatih Ansyari Lubis dan Widodo Cahyono Putro yang sama-sama menurunkan komposisi pemain terbaiknya.
Sejumlah nama seperti Riko Simanjuntak, Gustavo Tocantins, hingga Andik Vermansyah tampil menonjol sepanjang pertandingan.
Atmosfer Stadion Maguwoharjo pun terasa membara dengan dukungan ribuan suporter yang terus memberi semangat kepada kedua tim hingga pertandingan berakhir. (*)




















