KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta resmi menetapkan lima paket strategis untuk tahun anggaran 2026 yang difokuskan pada pembangunan fisik dan peningkatan infrastruktur publik. Seluruh proyek strategis tersebut akan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta dengan pembiayaan dari APBD Kota Yogyakarta 2026.
Penetapan paket strategis itu tertuang dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 100 Tahun 2026 tentang Penetapan Paket Strategis Pemerintah Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2026. Program yang diprioritaskan meliputi pembangunan sekolah, perbaikan drainase, rehabilitasi sungai, hingga peningkatan fasilitas pedestrian.
Lima proyek strategis tersebut terdiri atas pembangunan SD Negeri Ngabean, pembangunan saluran air hujan (SAH) di wilayah Kemantren Kotagede, pemeliharaan berkala trotoar Jalan Sultan Agung, rehabilitasi talud Sungai Winongo di kawasan Pakuncen, serta pembangunan sambungan rumah dan saluran pembawa di Gedongkiwo.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Yogyakarta, Joko Budi Prasetyo, menjelaskan jumlah paket strategis tahun ini menyesuaikan regulasi dan arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, jumlah proyek strategis pada tahun sebelumnya bahkan bisa mencapai sepuluh paket.
“Sebagian besar paket strategis sudah masuk proses lelang pengadaan secara elektronik atau LPSE. Yang belum masuk hanya pemeliharaan berkala trotoar Jalan Sultan Agung. Target kami bisa masuk pada Juni mendatang,” ujar Joko saat ditemui usai rapat koordinasi pengendalian pembangunan Pemkot Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, penetapan proyek strategis dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator penting, mulai dari dampaknya terhadap masyarakat luas hingga kesesuaiannya dengan visi dan misi kepala daerah.
Fokus pada Infrastruktur dan Pelayanan Publik
Pemerintah Kota Yogyakarta mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk merealisasikan lima proyek tersebut. Pembangunan SD Negeri Ngabean menjadi proyek dengan nilai terbesar, yakni mencapai Rp4,5 miliar.
Sementara pembangunan saluran air hujan di Kemantren Kotagede mendapatkan alokasi sekitar Rp3,08 miliar. Adapun pemeliharaan trotoar Jalan Sultan Agung dianggarkan sekitar Rp2,2 miliar.
Selanjutnya, rehabilitasi talud Sungai Winongo di Kelurahan Pakuncen memperoleh anggaran Rp1,5 miliar, sedangkan pembangunan sambungan rumah dan saluran pembawa di Gedongkiwo dialokasikan sekitar Rp1,07 miliar.
Menurut Joko, proyek pembangunan gedung menjadi perhatian utama karena proses pengerjaannya harus dilakukan secara bertahap dan berurutan.
“Fokus utamanya memang pada pembangunan gedung. Kalau pekerjaan seperti trotoar bisa dilakukan bersamaan. Namun pembangunan gedung membutuhkan tahapan yang lebih terstruktur,” jelasnya.
SDN Ngabean Dibangun Dua Lantai
Salah satu proyek yang paling disorot adalah pembangunan gedung baru SD Negeri Ngabean. Gedung sekolah tersebut nantinya akan dibangun dua lantai guna meningkatkan kapasitas dan kualitas sarana pendidikan.
Kepala Bidang Penataan Bangunan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Fakhrul Nur Cahyanto, menyebut proses pembangunan kini tengah memasuki tahap lelang di LPSE.
“Sesuai tahapan di LPSE, kemungkinan pembangunan dimulai awal Juni. Saat ini bangunan lama SD Negeri Ngabean sudah mulai dibongkar,” kata Fakhrul.
Pembangunan sekolah tersebut diharapkan mampu menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pengajar.
Drainase Kotagede Diperbaiki untuk Kurangi Genangan
Selain sektor pendidikan, Pemkot Yogyakarta juga memprioritaskan pembangunan saluran air hujan di kawasan Kotagede, tepatnya di sebagian ruas Jalan Kemasan dan Jalan Nyi Pembayun.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Rahmawan Kurniadi, mengatakan pembangunan drainase ini merupakan kelanjutan revitalisasi sebelumnya yang dilakukan pada tahun 2020.
Menurutnya, proyek lama belum mencakup seluruh kawasan sehingga tahun ini dilakukan penyambungan saluran agar sistem drainase lebih optimal.
“Dulu pengerjaan hanya sampai depan Kantor Kundha Kabudayan Kota Yogyakarta. Sekarang akan disambungkan dengan pekerjaan bidang jalan tahun 2024 di Jalan Gedongkuning hingga terhubung dengan saluran air hujan sebelumnya,” terang Rahmawan.
Pembangunan drainase ini diharapkan mampu mengurangi potensi genangan saat hujan deras sekaligus memperkuat sistem pengelolaan air di kawasan heritage Kotagede.
Talud Sungai Winongo Direhabilitasi
Sementara itu, rehabilitasi talud Sungai Winongo akan dilakukan di wilayah utara Jembatan Serangan, Pakuncen. Lokasi tersebut berada satu jalur dengan pembangunan jalan inspeksi sungai.
Talud yang akan direhabilitasi memiliki panjang sekitar 100 meter dan diperkirakan mulai dikerjakan pada Juli 2026.
Perbaikan talud ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas bantaran sungai sekaligus meminimalkan risiko longsor dan kerusakan lingkungan di sekitar aliran Sungai Winongo.
Dengan penetapan lima paket strategis ini, Pemkot Yogyakarta berharap pembangunan infrastruktur kota pada 2026 dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Selain meningkatkan kualitas fasilitas publik, proyek-proyek tersebut juga diharapkan mampu mendukung kenyamanan warga serta memperkuat tata kota yang lebih modern dan berkelanjutan. (*)























