Recent News

Bikin Tenang Pembeli, Tera Ulang Timbangan di Pasar Jogja Disambut Antusias: “Sekarang Jual Beli Lebih Jujur!”

KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggencarkan pengawasan alat ukur di pasar tradisional melalui sidang tera ulang. Program ini bukan hanya memastikan keakuratan timbangan, tetapi juga menjadi langkah strategis meningkatkan kualitas pasar rakyat agar semakin dipercaya masyarakat.

Melalui UPT Metrologi Legal Kota Yogyakarta, kegiatan tera ulang alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) mulai digelar pada Mei 2026 dengan menyasar Pasar Demangan dan Pasar Terban. Kegiatan diawali di Pasar Demangan selama tiga hari.

Kepala UPT Metrologi Legal Kota Yogyakarta, Bambang Yuana, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pengawasan sekaligus pemenuhan syarat menuju Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pasar tradisional.

“Sidang tera ulang ini bukan sekadar kalibrasi timbangan, tetapi juga menjadi dokumen pendukung dalam proses audit pasar menuju standar SNI,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Tak Sekadar Timbangan, Tapi Standar Pasar Modern

Menurut Bambang, penilaian pasar berstandar SNI tidak hanya mencakup akurasi alat ukur, tetapi juga kelengkapan fasilitas. Mulai dari toilet terpisah, akses bagi difabel, hingga ruang merokok turut menjadi indikator penting.

Saat ini, Pasar Prawirotaman dan Pasar Sentul telah memenuhi standar tersebut. Sementara Pasar Beringharjo masih dalam proses penyesuaian karena memiliki persyaratan lebih kompleks sebagai pasar tipe A.

“Semua aspek dinilai secara menyeluruh, termasuk hasil tera ulang sebagai bukti pendukung,” jelasnya.

Bambang menegaskan, tujuan utama tera ulang adalah menjaga keakuratan alat ukur milik pedagang agar tidak merugikan konsumen. Kalibrasi dilakukan secara rutin setiap tahun.

“Kalau tertulis 1 kilogram, ya harus benar-benar 1 kilogram. Ini penting untuk menjaga kepercayaan,” katanya.

Sepanjang 2026, kegiatan serupa telah dilakukan di berbagai pasar, seperti Pasar Sentul, Karangwaru, Terban, hingga Pasar Beringharjo, Kranggan, Pasar Legi Patangpuluhan, dan Pasar Pingit.

Pengujian Ketat, Pedagang Kooperatif

Penera Mahir UPT Metrologi Legal Kota Yogyakarta, Rahmat Widiono, menyebut proses pengujian dilakukan dengan standar teknis ketat, meliputi uji kebenaran, kepekaan, repeatability, hingga eksentrisitas.

“Hingga saat ini sekitar 24 timbangan telah diuji. Proses berjalan lancar dan pedagang sangat kooperatif,” ungkapnya.

Pedagang: Lebih Percaya Diri Layani Pembeli

Program ini mendapat respons positif dari para pedagang. Siti (45), pedagang sembako di Pasar Demangan, mengaku lebih percaya diri setelah timbangannya diuji.

“Kalau sudah ditera ulang, pembeli jadi lebih yakin. Kami juga merasa lebih aman saat berjualan,” ujarnya.

Budi (38), pedagang sayur, menambahkan bahwa kegiatan ini menciptakan persaingan yang lebih sehat.

“Semua pakai standar yang sama, jadi tidak ada kecurangan. Lebih adil untuk semua,” katanya.

Pembeli: Belanja Jadi Lebih Nyaman

Dari sisi konsumen, tera ulang juga meningkatkan rasa aman saat bertransaksi. Rina (29), salah satu pengunjung pasar, mengaku kini lebih tenang saat berbelanja.

“Kami jadi tidak khawatir soal timbangan. Lebih percaya dengan pedagang,” tuturnya.

Agus (52), pelanggan setia pasar tradisional, menilai langkah ini sangat penting untuk menjaga eksistensi pasar rakyat.

“Kalau sudah transparan dan jujur, orang pasti tetap pilih pasar tradisional,” katanya.

Dengan adanya sidang tera ulang secara rutin, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional terus meningkat. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pasar tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya.

Pasar kini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang yang menjunjung kejujuran, kenyamanan, dan standar kualitas yang semakin baik. (*)

Tags :

Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada