Recent News

Rahasia Sehat dari Secangkir Kopi: Takaran, Waktu Minum, dan Cara Olah Jadi Penentu

KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Kopi kerap jadi andalan untuk meningkatkan energi di pagi hari. Namun, di balik manfaatnya, cara pengolahan, jumlah konsumsi, dan waktu minum ternyata sangat menentukan apakah kopi berdampak baik bagi kesehatan atau justru sebaliknya.

Minum kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Kandungan kafein di dalamnya dikenal mampu meningkatkan fokus dan kewaspadaan, sehingga sering dikonsumsi sebelum memulai aktivitas.

Secara ilmiah, kafein bekerja dengan menghambat reseptor adenosin di otak, yang berperan dalam rasa kantuk. Selain itu, kafein juga memengaruhi sistem dopamin yang berkaitan dengan suasana hati dan motivasi.

Meski bermanfaat, konsumsi kopi tetap harus dibatasi. Riset menunjukkan bahwa konsumsi 2–3 cangkir kopi per hari masih tergolong aman dan dapat memberikan efek positif bagi tubuh. Namun, respons tiap individu bisa berbeda tergantung sensitivitas terhadap kafein.

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Widiastuti Setyaningsih, menjelaskan bahwa kopi mengandung berbagai senyawa penting selain kafein.

“Kopi memiliki asam klorogenat yang bersifat antioksidan dan berpotensi membantu mengontrol gula darah. Ada juga trigonelin yang berperan dalam pembentukan aroma khas saat proses pemanggangan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026)

Proses Roasting Ubah Kandungan Kopi
Proses roasting atau pemanggangan menjadi tahap penting yang memengaruhi kualitas kopi. Dalam proses ini terjadi reaksi kimia seperti Maillard dan karamelisasi yang membentuk rasa dan aroma khas.

Tak hanya soal cita rasa, perubahan ini juga berdampak pada komposisi kimia kopi. Beberapa senyawa turunan yang terbentuk bahkan memiliki kandungan kalori lebih rendah, meskipun tetap menyumbang energi.

Dengan demikian, cara pengolahan dan penyajian kopi, termasuk tambahan gula atau krimer, turut menentukan nilai kesehatan dari secangkir kopi.

Jangan Minum Kopi Sembarangan Waktu
Selain proses pengolahan, waktu konsumsi kopi juga perlu diperhatikan. Minum kopi di pagi hingga siang hari dinilai paling efektif untuk meningkatkan konsentrasi.

Sebaliknya, konsumsi kopi di sore atau malam hari dapat mengganggu kualitas tidur. Hal ini disebabkan kafein yang menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur.

“Kalau diminum terlalu malam, bisa mengganggu ritme tidur dan membuat tubuh sulit beristirahat,” jelasnya.

Teh Juga Mengandung Kafein
Kafein tidak hanya ditemukan dalam kopi, tetapi juga dalam teh. Namun, secara umum kadar kafein dalam kopi lebih tinggi dibandingkan teh.

Meski demikian, jumlah kafein tetap bergantung pada jenis bahan dan cara penyeduhan. Teh dengan takaran lebih banyak bisa menghasilkan kadar kafein yang cukup tinggi.

Pada akhirnya, manfaat kopi tidak bersifat mutlak. Semua bergantung pada jumlah konsumsi, cara pengolahan, dan waktu minum.

Dengan konsumsi yang tepat, kopi bisa menjadi minuman yang mendukung kesehatan. Sebaliknya, konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan efek negatif. (*)

Tags :

Arya Apolonio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada