Recent News

Darurat Putus Sekolah SMP di Sleman, Satgas Turun Tangan Jemput Siswa Kembali Belajar

KABARSEMBADA.COM, SLEMAN – Fenomena putus sekolah di jenjang SMP di Sleman masih menjadi perhatian serius. Dipicu masalah ekonomi hingga kondisi psikologis, pemerintah kini mengerahkan satgas hingga tingkat kapanewon untuk memastikan setiap anak kembali mendapatkan hak pendidikan.

Kasus anak putus sekolah di Kabupaten Sleman masih didominasi siswa tingkat SMP. Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan ekonomi keluarga hingga persoalan mental dan lingkungan sosial.

Dinas Pendidikan Sleman memperkuat penanganan dengan sistem terintegrasi dari sekolah hingga pemerintah daerah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembentukan satuan tugas (satgas) di tingkat kapanewon guna mempercepat penanganan kasus.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, mengatakan pihaknya telah memiliki regulasi yang mendukung penanganan anak putus sekolah, termasuk melalui peraturan bupati.

“Penanganan sudah berjalan dengan melibatkan satgas di kapanewon. Namun, tantangan utama tetap pada kondisi anak, keluarga, dan lingkungan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Sekolah memegang peran penting sebagai lini pertama dalam mendeteksi potensi putus sekolah. Ketika siswa mulai menunjukkan tanda-tanda seperti sering absen atau kehilangan minat belajar, pihak sekolah segera melakukan pendekatan kepada orang tua.

Jika upaya tersebut belum membuahkan hasil, kasus akan diteruskan ke Dinas Pendidikan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ekonomi dan Psikologis Jadi Faktor Utama
Masalah ekonomi masih menjadi penyebab dominan. Banyak siswa memilih bekerja untuk membantu keluarga, bahkan menjadi tulang punggung.

Selain itu, faktor psikologis seperti rasa minder dan ketidakmampuan mengikuti pelajaran juga berperan besar. Dalam kondisi ini, sekolah biasanya memberikan pendampingan melalui guru bimbingan konseling.

Fenomena ini juga lebih banyak ditemukan di sekolah swasta yang membebankan biaya pendidikan kepada siswa.

“Mayoritas kasus berasal dari sekolah swasta karena ada kewajiban biaya,” jelas Mustadi.

Solusi Nyata: Pindah ke Sekolah Negeri
Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan Sleman menawarkan solusi pemindahan siswa ke sekolah negeri bagi yang terkendala biaya. Proses ini tetap mengacu pada data Dapodik dan ketersediaan daya tampung.

Langkah tersebut dinilai efektif untuk menekan angka putus sekolah. Banyak siswa yang sebelumnya berhenti kini dapat melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.

“Jangan sampai anak berhenti sekolah hanya karena alasan ekonomi,” tegasnya.

Masa Transisi SMP Paling Rentan
Jenjang SMP dinilai sebagai fase paling rawan. Pada usia ini, siswa berada dalam masa peralihan menuju remaja yang sering diwarnai penurunan motivasi belajar.

Ditambah kondisi keluarga yang kurang stabil, risiko putus sekolah menjadi semakin tinggi. Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong penguatan sistem pencegahan dan penanganan agar tidak ada anak yang kehilangan akses pendidikan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan pendidikan bagi seluruh anak di Sleman. (*)

Tags :

Arya Apolonio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada