KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Tingginya angka kasus karies gigi di Indonesia mendorong mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan inovasi di bidang kesehatan mulut. Melalui Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026, mereka mengembangkan ChewMelo, permen karet fungsional yang berpotensi membantu menjaga kesehatan gigi sekaligus mendukung proses remineralisasi email gigi.
Inovasi tersebut mengombinasikan eritritol sebagai pemanis ramah gigi dengan nano-fluorapatit (nFAp) yang disintesis menggunakan alginat dari alga cokelat. Kombinasi kedua bahan ini dirancang sebagai media penghantaran zat aktif yang lebih praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Tim ChewMelo, Achmad Musa Nurhadi, mengatakan ide pengembangan produk berawal dari tingginya prevalensi karies gigi, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda.
Menurutnya, permen karet dipilih karena sudah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehingga memiliki peluang lebih besar untuk dimanfaatkan sebagai media menjaga kesehatan gigi.
“Kami ingin menghadirkan inovasi yang mudah diterapkan masyarakat. Permen karet dipilih karena sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari, sehingga berpotensi menjadi cara praktis untuk membantu menjaga kesehatan gigi,” ujarnya.
Berpotensi Perkuat Email Gigi dan Hambat Bakteri
ChewMelo dikembangkan dengan konsep yang berbeda dari permen karet biasa. Produk ini menggabungkan manfaat nano-fluorapatit yang berfungsi menyediakan ion kalsium, fosfat, dan fluorida untuk membantu proses remineralisasi email gigi, serta eritritol yang diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies.
Untuk mengetahui efektivitasnya, tim melakukan sejumlah pengujian laboratorium.
Hasil penelitian di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Farmasi UGM menunjukkan adanya penurunan pertumbuhan Streptococcus mutans, bakteri yang berperan besar dalam pembentukan karies gigi.
Sementara itu, pengujian di Laboratorium Bahan dan Produksi Sekolah Vokasi UGM memperlihatkan adanya peningkatan kekerasan email gigi setelah penggunaan eluen ChewMelo selama tujuh hari. Produk tersebut juga mampu mempertahankan kekuatan email setelah melalui proses pH cycling, yang digunakan untuk mensimulasikan kondisi rongga mulut.
“Temuan awal ini menunjukkan ChewMelo memiliki potensi tidak hanya menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies, tetapi juga membantu proses remineralisasi email gigi,” kata Achmad.
Disiapkan Menuju PIMNAS 2026
Pengembangan ChewMelo melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Achmad Musa Nurhadi (Kedokteran Gigi), Dimar Raihan Ganendra Putra (Farmasi), Fajar Sindu Aji (Kedokteran), Najwa Laili Fajri (Teknik Kimia), dan Tsabita Puan Najla (Kedokteran Gigi). Seluruh penelitian dilakukan di bawah bimbingan Dr. drg. Dyah Anindya Widyasrini, M.D.Sc.
Kolaborasi lintas bidang tersebut memungkinkan tim mengembangkan produk mulai dari sintesis material, formulasi permen karet, hingga pengujian aktivitas biologis.
Saat ini, penelitian masih berlanjut untuk mengevaluasi pelepasan ion kalsium, fosfat, dan fluorida guna memastikan potensi remineralisasi ChewMelo secara lebih komprehensif.
Tim berharap inovasi ini dapat menjadi alternatif produk kesehatan gigi preventif berbasis riset yang praktis, aman, dan memanfaatkan sumber daya lokal.
Selain itu, hasil penelitian tersebut juga akan dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026 sebagai ajang pengembangan inovasi mahasiswa tingkat nasional. (*)




















