KABARSEMBADA.COM, MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Di tengah persaingan ketat ribuan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, mahasiswa ITNY berhasil meraih podium dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Malang dan Kementerian Kebudayaan RI, Malang Championship VI 2026 yang berlangsung di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jawa Timur, pada 25–26 Juli 2026.
Adalah Maulana Yusuf, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro angkatan 2024, yang sukses membawa nama ITNY ke jajaran pemenang dengan meraih Juara III pada kejuaraan nasional bergengsi tersebut. Raihan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa ITNY mampu menunjukkan kualitas dan daya saing tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga di arena olahraga prestasi.
Kejuaraan yang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tersebut menjadi salah satu agenda olahraga pencak silat terbesar di Indonesia tahun ini.
Ribuan Atlet Adu Kemampuan di Kota Malang
Malang Championship VI 2026 menjadi panggung bagi para pesilat terbaik dari berbagai wilayah Indonesia. Tercatat sekitar 2.000 hingga 2.500 atlet ambil bagian dalam kompetisi yang mempertemukan atlet dari berbagai kelompok usia dan kategori.
Peserta berasal dari sejumlah daerah seperti Malang Raya, Jombang, Probolinggo, Yogyakarta, hingga berbagai kota lainnya di Tanah Air. Mereka bertanding mulai dari kategori usia dini hingga kategori mahasiswa, dewasa, dan umum.
Besarnya jumlah peserta menjadikan kompetisi ini sebagai ajang yang sangat kompetitif sekaligus sarana pembinaan atlet pencak silat nasional. Selain mengukur hasil latihan, kejuaraan ini juga menjadi wadah pencarian bibit-bibit atlet potensial yang dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.
Delapan Atlet ITNY Turun Membela Almamater
Pada kejuaraan tersebut, ITNY mengirimkan delapan atlet terbaik yang tergabung dalam UKM Pencak Silat. Mereka adalah Maulana Yusuf, Muhammad Adil Al Madani, Diatlan Marun Putra, Baru Julian Firdos, Mifta Nur Aini, Nafik Syaifullah, Aang Brian Firmansyah, dan Fauzan Abdullah Arifin.
Sebelum bertanding, para atlet menjalani latihan intensif selama kurang lebih dua bulan. Program latihan difokuskan pada peningkatan teknik, kekuatan fisik, strategi pertandingan, hingga kesiapan mental agar mampu tampil maksimal saat menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Meski harus menghadapi persaingan yang sangat ketat, Maulana Yusuf mampu menembus papan atas dan mengamankan posisi ketiga.
Pengalaman Berharga di Kejuaraan Nasional
Bagi Maulana Yusuf, mengikuti kejuaraan berskala nasional menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain menguji kemampuan hasil latihan, ajang tersebut juga membuka kesempatan untuk belajar dari atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia.
“Kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengukur kemampuan setelah menjalani latihan selama dua bulan. Bertemu dengan ribuan atlet dari berbagai daerah membuat kami semakin termotivasi untuk terus berkembang, baik dari segi teknik, strategi bertanding, maupun mental sebagai seorang atlet,” ujar Maulana kepada kabarsembada.com, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, nilai utama dari sebuah kompetisi bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga proses pembelajaran yang diperoleh selama bertanding.
“Setiap pertandingan adalah pengalaman yang sangat berharga. Menang memang menjadi target, tetapi menghadapi atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah memberikan pelajaran penting untuk meningkatkan kemampuan di masa mendatang,” katanya.
ITNY Dorong Mahasiswa Berprestasi di Dalam dan Luar Kampus
Keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai kompetisi nasional merupakan bagian dari komitmen ITNY dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Kampus tidak hanya mendorong pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang melalui kegiatan olahraga, seni, organisasi, dan berbagai aktivitas nonakademik lainnya.
Melalui UKM Pencak Silat, mahasiswa dilatih untuk memiliki karakter disiplin, tangguh, sportif, serta mampu bekerja keras dalam mencapai tujuan. Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi dunia profesional di masa depan.
Keberhasilan meraih Juara III menjadi motivasi bagi UKM Pencak Silat ITNY untuk terus berkembang. Maulana berharap pada kejuaraan berikutnya para atlet ITNY dapat tampil lebih baik dan mampu meraih medali emas.
“Kami berharap UKM Pencak Silat ITNY terus berkembang dan semakin banyak melahirkan atlet berprestasi. Dengan dukungan kampus dan latihan yang konsisten, kami optimistis bisa meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi mendatang,” tuturnya. Prestasi yang diraih dalam Malang Championship VI 2026 menjadi bukti bahwa semangat, disiplin, dan kerja keras mampu membawa mahasiswa ITNY bersaing di tingkat nasional. Capaian tersebut sekaligus menegaskan bahwa generasi muda kampus teknologi juga mampu berprestasi di arena olahraga dan mengharumkan nama almamater di tingkat nasional. (*)




















