KABARSEMBADA.COM, SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila hingga tingkat kalurahan. Sebanyak 50 peserta dari unsur pemerintah kalurahan, lembaga kalurahan, dan tokoh masyarakat di Sendangsari, Trimulyo, serta Bokoharjo dikukuhkan sebagai Kader Pancasila.
Pengukuhan tersebut berlangsung dalam Workshop sekaligus Pengukuhan Kader Pancasila yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman di Ayem Ayem Coffee, Rabu (12/8/2026).
Kepala Kesbangpol Kabupaten Sleman, Muhamad Aji Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan Kalurahan Berkarakter Pancasila yang telah dikembangkan Pemkab Sleman sejak 2018.
Hingga 2025, program tersebut telah menjangkau 35 kalurahan. Pada 2026, Pemkab Sleman kembali menambah enam lokasi sehingga jumlah kalurahan yang masuk dalam program Kalurahan Berkarakter Pancasila menjadi 41 kalurahan.
Pancasila Harus Hadir dalam Kehidupan Warga
Pengukuhan Kader Pancasila dilakukan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, kepada enam perwakilan kader yang ditandai dengan penyerahan sertifikat.
Dalam arahannya, Danang menekankan bahwa pemahaman Pancasila tidak cukup hanya disampaikan melalui pelatihan maupun diskusi. Nilai-nilai tersebut harus terlihat dalam sikap, pelayanan, serta kebijakan yang dijalankan aparatur kalurahan.
Menurutnya, aparatur kalurahan memiliki posisi penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan harus mampu mencerminkan nilai kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan sosial.
Salah satunya dalam penyaluran bantuan sosial. Danang mengingatkan agar bantuan diberikan secara tepat dan adil kepada masyarakat yang memang membutuhkan.
“Jangan sampai nilai-nilai Pancasila hanya berhenti di ruang diskusi. Ukuran keberhasilannya adalah bagaimana nilai tersebut benar-benar diwujudkan dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Kader Pancasila Jadi Penggerak di Masyarakat
Workshop yang mengusung tema “Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Berbasis Kalurahan Berkarakter Pancasila” tersebut menghadirkan narasumber dari Kesbangpol Sleman, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, serta Pusat Studi Pancasila UGM.
Melalui kegiatan ini, para Kader Pancasila diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mampu menjadi penggerak dalam penerapannya di lingkungan masing-masing.
Keberadaan kader di tingkat kalurahan diharapkan turut memperkuat semangat gotong royong, toleransi, musyawarah, kepedulian sosial, serta ketahanan sosial masyarakat.
Dengan demikian, program Kalurahan Berkarakter Pancasila tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (*)




















