Recent News

Dekranasda Sleman Cetak Batik Preneur Muda, Gen Z Didorong Kuasai Canting hingga Digital Marketing

KABARSEMBADA.COM, SLEMAN – Upaya regenerasi perajin batik terus dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman. Salah satunya melalui Pelatihan Gen Z Batik Preneur Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 yang resmi dibuka di Ruang Diklat Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman, Senin (22/6/2026).

Program yang didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI tersebut dirancang untuk menumbuhkan wirausaha muda di sektor batik dengan memadukan keterampilan membatik, manajemen usaha, hingga pemasaran berbasis digital.

Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Sleman sekaligus Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, S.T., M.Ec.Dev, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

“Program ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan membatik, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha. Kami ingin peserta tidak hanya mampu menghasilkan produk batik yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pelatihan diikuti sejumlah peserta Generasi Z yang telah lolos tahapan sosialisasi dan seleksi Program PKW Tahun 2026. Jumlah peserta masih dimungkinkan bertambah selama proses pembelajaran berlangsung.

Kegiatan belajar dijadwalkan berlangsung mulai 23 Juni hingga 20 Agustus 2026 dengan total 250 jam pembelajaran. Materi yang diberikan meliputi penguatan karakter kewirausahaan, teknik membatik, pengelolaan usaha, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran digital dan pemanfaatan merchandise.

Para peserta juga memperoleh fasilitas berupa alat tulis, bahan praktik, konsumsi selama pelatihan, serta bantuan modal usaha berupa bahan baku dan peralatan produksi dari Kemendikdasmen RI.

Pelatihan akan didampingi instruktur dan praktisi dari berbagai sektor industri kreatif, di antaranya Jogja Digital Academy, Tiray Javanese Batik, Batik Nakula Sadewa, Batik Batique, dan Kampus UMKM Shopee DIY.

Batik Sleman Harus Dekat dengan Generasi Z

Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman, Hj. Parmilah Harda Kiswaya, S.E., menilai pelatihan ini menjadi momentum penting untuk menghapus stigma bahwa batik hanya diminati kalangan generasi tua.

“Batik bukan sekadar selembar kain bermotif. Batik adalah warisan budaya, identitas bangsa, dan cerita yang ditulis melalui malam dan canting. Selama ini mungkin ada anggapan bahwa batik adalah konsumsi generasi tua, namun hari ini di Kabupaten Sleman kita mematahkan stigma tersebut,” katanya.

Menurut Parmilah, Generasi Z memiliki modal besar untuk mengembangkan industri batik karena dekat dengan teknologi, kreatif, dan memiliki cara pandang yang berbeda.

“Kalian adalah motor penggerak masa depan. Kalian memiliki kreativitas tanpa batas, kefasihan teknologi, dan cara pandang yang segar. Melalui program ini, kita ingin meleburkan nilai luhur tradisi dengan inovasi dan jiwa wirausaha muda,” ujarnya.

Ia menegaskan, tujuan utama pelatihan bukan hanya menghasilkan pembatik baru, tetapi melahirkan pengusaha muda berbasis batik.

“Menjadi batik preneur bukan sekadar pengrajin. Kalian harus mampu membaca peluang pasar, memanfaatkan digital marketing, dan menciptakan lapangan kerja baru,” tegasnya.

Parmilah juga menitipkan tiga pesan kepada peserta, yakni memperbanyak belajar dari para narasumber, berani menciptakan inovasi motif dan produk yang sesuai karakter generasi muda, serta membangun mental tangguh dalam menjalankan usaha.

“Dunia wirausaha membutuhkan konsistensi. Jadikan pelatihan ini sebagai batu loncatan untuk menjadi pengusaha sukses di masa depan,” pesannya.

Selain pembukaan pelatihan, kegiatan juga diisi dengan materi Success Story Alumni Program PKW oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, pemaparan tentang membangun bisnis bagi wirausaha muda oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sleman Yudi Prihantana, S.E., serta sesi perkenalan instruktur dan diskusi bersama peserta.

Yudi dalam pemaparannya menekankan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini agar generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Menurutnya, peluang usaha di sektor ekonomi kreatif, termasuk batik, masih terbuka lebar apabila dikelola dengan inovasi, pemanfaatan teknologi digital, dan strategi pemasaran yang tepat. Ia berharap para peserta pelatihan mampu tumbuh menjadi pelaku usaha batik yang tangguh, adaptif, serta mampu membawa produk lokal Sleman menembus pasar yang lebih luas.

“Jangan takut memulai usaha dari skala kecil. Yang terpenting adalah memiliki keberanian untuk memulai, terus belajar, membangun jejaring, dan memanfaatkan platform digital agar produk batik Sleman semakin dikenal dan memiliki daya saing,”papar Yudi. (*)

Tags :

Arya Apolonio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada