Recent News

Pesona Tersembunyi Situs Warungboto Jogja: Jejak Istana Air Mewah Kerajaan yang Kini Jadi Spot Wisata Estetik

KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Di balik hiruk pikuk kota wisata, tersimpan sebuah situs bersejarah yang kini semakin mencuri perhatian wisatawan, yakni Situs Warungboto atau yang dikenal sebagai Pesanggrahan Rejawinangun. Bangunan bersejarah ini bukan sekadar destinasi wisata biasa, melainkan peninggalan penting Kesultanan Yogyakarta yang menyimpan kisah kejayaan masa lalu.

Terletak di wilayah timur Kota Yogyakarta, situs ini menghadirkan perpaduan unik antara arsitektur klasik Jawa dan nuansa eksotis ala istana air. Tak heran, dalam beberapa tahun terakhir, Warungboto menjelma menjadi destinasi favorit wisatawan, terutama generasi muda yang gemar berburu spot foto estetik.

Jejak Sejarah dari Perjanjian Giyanti

Keberadaan Pesanggrahan Rejawinangun tidak dapat dilepaskan dari sejarah berdirinya Kesultanan Yogyakarta. Bermula dari Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 yang membagi Kerajaan Mataram menjadi dua kekuasaan, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, pembangunan berbagai infrastruktur kerajaan mulai digalakkan.

Di bawah kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono I, berbagai fasilitas penting kerajaan dibangun, mulai dari benteng, kawasan keraton, hingga hunian bagi abdi dalem. Dalam perkembangan selanjutnya, pembangunan pesanggrahan atau tempat peristirahatan kerajaan turut menjadi perhatian.

Pesanggrahan Rejawinangun sendiri mulai dibangun pada tahun 1711 Jawa atau sekitar 1785 Masehi oleh KGPAA Hamengkunegara, yang kemudian naik takhta sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono II. Sosok ini dikenal luas sebagai raja yang gemar membangun pesanggrahan, sehingga dijuluki sebagai “Raja Pembangun Pesanggrahan”.

Istana Peristirahatan dengan Fasilitas Mewah

Sebagai tempat pesiar keluarga kerajaan, Pesanggrahan Rejawinangun dirancang dengan konsep kenyamanan dan ketenangan. Kompleks ini dilengkapi berbagai fasilitas yang tergolong mewah pada masanya, seperti taman hijau, kebun, serta kolam pemandian yang menjadi daya tarik utama.

Kolam tersebut memanfaatkan sumber mata air alami yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, tetapi juga sebagai tempat pembersihan diri bagi keluarga kerajaan. Nuansa sejuk dan asri yang dihadirkan menjadikan tempat ini sebagai lokasi ideal untuk beristirahat dari aktivitas istana.

Menariknya, selain berfungsi sebagai tempat rekreasi, pesanggrahan ini juga memiliki peran strategis dalam sistem pertahanan kerajaan. Hal ini menunjukkan bahwa desain bangunan tidak hanya mengutamakan estetika, tetapi juga keamanan.

Catatan sejarah menyebutkan bahwa Pesanggrahan Rejawinangun pernah dikunjungi oleh pejabat Belanda, Jan Greeve, pada 5 hingga 15 Agustus 1788. Dalam kunjungan tersebut, ia melakukan inspeksi terhadap berbagai fasilitas yang ada di kompleks pesanggrahan.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa situs tersebut memiliki nilai penting, tidak hanya bagi kerajaan, tetapi juga dalam konteks hubungan dengan pihak kolonial pada masa itu.

Kini Jadi Destinasi Wisata Favorit

Seiring berjalannya waktu, bangunan Pesanggrahan Rejawinangun memang tidak lagi berdiri utuh. Namun, sisa-sisa struktur dan reruntuhan yang masih ada justru menjadi daya tarik tersendiri. Dinding-dinding bata dengan sentuhan arsitektur klasik menciptakan suasana eksotis yang khas.

Pengelolaan situs ini kini berada di bawah Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terus berupaya menjaga kelestarian sekaligus memperkenalkan nilai sejarahnya kepada masyarakat luas.

Tak sedikit wisatawan yang mengaku terkesan saat berkunjung ke lokasi ini. Salah satunya Lila, wisatawan asal Jakarta yang mengaku terpikat dengan suasana Warungboto.

“Suasananya adem dan tenang. Aku baru tahu kalau tempat ini dulunya bukan cuma buat santai, tapi juga bagian dari pertahanan kerajaan. Jadi nambah wawasan banget,” ujar Lila yang sedang berlibur bersama keluarganya, Selasa (21/4/2026).

Lila juga menambahkan bahwa keindahan visual situs ini menjadi nilai lebih bagi pengunjung.

“Cocok banget buat foto-foto. Estetik parah! Dinding-dindingnya punya kesan kuno yang cantik. Apalagi setelah tahu sejarahnya pernah didatangi orang Belanda, makin berasa nilai historisnya tinggi,” tambah Lila.

Dengan kombinasi nilai sejarah, arsitektur unik, serta suasana yang tenang, Situs Warungboto kini menjadi alternatif wisata menarik di Yogyakarta. Tidak hanya menawarkan keindahan visual, tempat ini juga memberikan pengalaman edukatif bagi pengunjung.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Yogyakarta yang lebih tenang dan sarat sejarah, Pesanggrahan Rejawinangun bisa menjadi pilihan tepat. Sebuah destinasi yang membuktikan bahwa warisan masa lalu tetap relevan dan memikat di era modern. (*)

Pewarta: Yahya Haqul Mubin

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada