KABARSEMBADA.COM, SLEMAN – Sleman bersiap menghadirkan sensasi wisata baru dari ketinggian. Proyek kereta gantung senilai Rp200 miliar bertajuk Prambanan Heritage Skyline digadang-gadang menjadi ikon pariwisata yang memadukan panorama alam perbukitan dengan kekayaan situs budaya kawasan Prambanan.
Pemerintah Kabupaten Sleman mulai mendorong realisasi proyek ambisius berupa kereta gantung di kawasan Prambanan. Wahana ini dirancang menjadi daya tarik baru yang menggabungkan lanskap alam dengan warisan budaya yang telah mendunia.
Tahap awal proyek telah mengantongi persetujuan prinsip dari Pemerintah Daerah DIY. Rencananya, jalur kereta gantung akan membentang dari Candi Banyunibo di Kalurahan Bokoharjo hingga Tebing Breksi di Kalurahan Sambirejo. Rute tersebut melintasi perbukitan di sisi utara, menawarkan perspektif berbeda untuk menikmati keindahan Prambanan dari udara.
Tak sekadar alat transportasi, kereta gantung ini dikonsep sebagai wisata berbasis pengalaman (experience tourism). Dari dalam kabin, pengunjung dapat menikmati panorama Candi Ratu Boko hingga bentang alam sekitar yang selama ini belum tergarap optimal.
Selain meningkatkan daya tarik wisata, proyek ini juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Integrasi kawasan Bokoharjo dan Sambirejo diproyeksikan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih hidup serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan. Pemerintah memastikan seluruh proses pembangunan akan melalui kajian menyeluruh, mulai dari analisis dampak lingkungan, kesesuaian tata ruang, hingga dampak sosial budaya.
“Kami memastikan pengembangan kawasan ini tetap memperhatikan aspek keberlanjutan,” ujarnya, Senin (20/4/2026)
Keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi perhatian utama. Lurah Bokoharjo, Dody Heriyanto, menilai proyek ini dapat membuka peluang ekonomi baru, mulai dari sektor UMKM hingga jasa pariwisata.
Jika terealisasi, Prambanan Heritage Skyline berpotensi memperkuat posisi kawasan Prambanan dalam koridor strategis pariwisata nasional Borobudur, Jogja, Prambanan. Tak hanya itu, proyek ini juga diharapkan mampu mendongkrak daya saing pariwisata DIY hingga ke tingkat global dengan konsep yang inovatif dan berkelanjutan. (*)






















