Recent News

Pentas Seni Selasa Wagen 2025 Resmi Digelar di Teras Malioboro, Hadirkan 50 Kalurahan Budaya se-DIY

KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Malioboro kembali semarak. Dinas Kebudayaan DIY secara resmi membuka Pentas Seni Selasa Wagen 2025 di Amphitheater Teras Malioboro 1. Bukan sekadar pertunjukan seni, acara ini menjadi simbol kesetiaan dan kecintaan masyarakat DIY terhadap budaya leluhur.

Dengan mengusung tema “Gumregah Nyawiji Ing Karya”, pentas ini menjadi ruang ekspresi bagi 50 kalurahan/kelurahan budaya dari seluruh wilayah DIY. Mulai dari Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul hingga Sleman, semua ambil bagian menampilkan pertunjukan terbaik dari daerah masing-masing.

Acara yang berlangsung rutin setiap Selasa Wagen ini resmi digelar kembali tahun ini, dengan jadwal pertunjukan pada bulan Mei, Juli, Agustus, September, dan Oktober 2025. Lokasi strategis di kawasan Teras Malioboro dipilih untuk mendekatkan seni budaya kepada publik, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi UMKM setempat.

“Pentas ini bukan sekadar pertunjukan tari dan musik. Ini adalah upaya kita menafsir ulang jati diri bangsa. Budaya adalah cahaya yang membimbing langkah kita dalam menghadapi perubahan zaman,” ujar Sukamto, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik Setda DIY dalam siaran pers, Rabu (28/5/2025).

Sukamto menekankan pentingnya desa budaya sebagai pusat kearifan lokal yang adaptif dan produktif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi demi menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi, regenerasi, dan penguatan karakter bangsa melalui seni.

“Melalui pentas ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan hak dan kewajibannya dalam melestarikan budaya. Ini juga menjadi motivasi bagi kalurahan budaya untuk terus menciptakan karya-karya positif,” kata Dian.

Pentas Seni Selasa Wagen edisi Mei ini dimeriahkan oleh berbagai aksi budaya memukau, seperti:

  • Reog Kreasi “Nirbaya Loka” dari Kalurahan Sidoharjo, Gunungkidul
  • Teatrikal Permainan Tradisional dari Kalurahan Muntuk, Bantul
  • Tari Bangilun Sedya Rukun dari Kalurahan Pagerharjo, Kulon Progo
  • Drama Tari dari Kalurahan Bejiharjo, Gunungkidul
  • Tari Bala dari Kalurahan Sidorejo, Kulon Progo
  • Upacara Adat “Merti Belik” dari Kelurahan Terban, Kota Yogyakarta
  • Hingga Jathilan dan Tayub dari Kalurahan Triharjo, Sleman

Tidak hanya di Teras Malioboro 1, sejumlah titik strategis di sepanjang Jalan Malioboro juga turut menjadi panggung budaya: dari depan Gedung DPRD DIY, Gedung Agung, Museum Sonobudoyo, hingga trotoar Istana Negara. Rangkaian acara ini juga diisi dengan workshop seni dan berbagai atraksi budaya yang terbuka untuk umum.

Pentas Seni Selasa Wagen 2025 bukan hanya panggung pertunjukan, tetapi panggung kesadaran bahwa di tengah arus globalisasi, budaya lokal tetap menjadi jangkar identitas bangsa.(*)

Tags :

Susanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada