Recent News

Gebyar Disabilitas Jetis Buktikan Yogyakarta Kota Inklusi: Layanan Gratis hingga UMKM Disabilitas Tampil Percaya Diri

KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Komitmen Kota Yogyakarta sebagai kota inklusi kembali ditegaskan melalui kegiatan “Gebyar Disabilitas” yang digelar di Kemantren Jetis. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Acara yang diinisiasi oleh Forum Kecamatan Inklusi Kemantren Jetis tersebut menghadirkan berbagai layanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari skrining kesehatan gratis seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kesehatan gigi dan mulut, hingga pengukuran tinggi dan berat badan.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga diramaikan oleh pelaku UMKM dari kalangan disabilitas yang menampilkan berbagai produk kreatif. Kehadiran mereka menjadi simbol semangat kemandirian sekaligus potensi ekonomi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Indrawati, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Kemantren Jetis termasuk wilayah yang aktif dalam memfasilitasi pemenuhan hak penyandang disabilitas.

“Tidak semua kemantren mampu menghadirkan lima afirmasi kelompok rentan sekaligus, yakni disabilitas, masyarakat miskin, anak-anak, lansia, dan perempuan. Di Kota Yogyakarta sendiri terdapat sekitar 3.089 penyandang disabilitas, sementara di Kemantren Jetis ada sekitar 293 orang,” ungkap Indrawati, Sabtu (11/4/2026).

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan daerah terkait pemajuan hak disabilitas. Pendekatan yang dilakukan pun tidak lagi sektoral, melainkan integratif dan berkelanjutan.

“Pelayanan bagi disabilitas tidak hanya sebatas kesehatan, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi melalui UMKM, kesejahteraan sosial, hingga akses layanan publik yang lebih luas. Ini bentuk kehadiran pemerintah agar penyandang disabilitas dan keluarganya tidak merasa sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Indrawati menyoroti perubahan paradigma dalam penanganan disabilitas di Yogyakarta. Jika sebelumnya berfokus pada bantuan sosial, kini pendekatan diarahkan pada pemberdayaan dan kemandirian.

“Kami ingin mengubah mindset bahwa penyandang disabilitas tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mandiri, bermartabat, serta berani menyuarakan pendapat dan mengakses berbagai layanan,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Mantri Pamong Praja Kemantren Jetis, May Christianti Sudarmono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Kami hadir untuk saudara-saudara kita. Jangan pernah putus semangat, karena kita semua adalah bagian dari keluarga besar yang saling mendukung,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran keluarga yang selama ini mendampingi penyandang disabilitas. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menggali potensi, termasuk di bidang seni dan hiburan yang turut ditampilkan dalam acara tersebut.

Salah satu peserta, Eni, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia datang bersama anaknya yang menyandang autisme untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

“Bagus sekali, bisa periksa kesehatan. Anak saya memiliki kebutuhan khusus sejak usia dua tahun. Kegiatan seperti ini sangat membantu,” tuturnya. Gebyar Disabilitas ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen Yogyakarta sebagai kota yang ramah dan inklusif bagi semua. Dengan pendekatan yang semakin holistik, diharapkan penyandang disabilitas tidak hanya mendapatkan perlindungan, tetapi juga ruang untuk berkembang, berkarya, dan berdaya secara mandiri. (*)

Tags :

Zidniy Husnaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada