KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Yogyakarta tahun 2026 terus menyaring talenta terbaik dari kalangan pelajar. Dari ratusan peserta yang mendaftar, kini tersisa 80 pasang atau 160 calon Paskibraka yang siap melaju ke tahap berikutnya.
Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta, Bernadus Bayu Laksmono, mengungkapkan bahwa seleksi tahun ini berjalan ketat dan berlapis. Para peserta yang lolos merupakan kandidat unggulan yang telah melewati sejumlah tahapan penting.
“Dari total pendaftar yang mengikuti proses seleksi, saat ini tersisa 80 pasang, terdiri dari 80 putra dan 80 putri yang berhak mengikuti tahapan selanjutnya,” ujarnya dalam keterangan pers di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Selasa (7/4/2026).
Seleksi Berjenjang dan Ketat
Bayu menjelaskan, Paskibraka merupakan program kaderisasi nasional yang bertujuan membentuk generasi muda berkarakter, disiplin, dan berjiwa nasionalisme tinggi. Para peserta nantinya akan bertugas mengibarkan dan menurunkan duplikat bendera pusaka saat peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pelaksanaan seleksi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Untuk tingkat pusat, program ini berada di bawah koordinasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sementara di daerah dilaksanakan oleh Kesbangpol.
Uniknya, hasil seleksi diumumkan dari tingkat tertinggi terlebih dahulu, yakni nasional, kemudian provinsi, dan terakhir kabupaten/kota.
Tahapan Seleksi Dimulai Sejak Awal Tahun
Rangkaian seleksi Paskibraka 2026 diawali dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah pada Januari, kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran daring pada 12 hingga 27 Februari.
Dari 319 pelajar yang mengunggah berkas pendaftaran, sebanyak 265 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tes tahap awal.
Tes tersebut meliputi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) serta Tes Intelegensia Umum (TIU) yang dilaksanakan secara online melalui aplikasi Perisai Paskibraka.
Masuk Tahap Kesehatan dan Postur Tubuh
Memasuki tahap selanjutnya, para peserta akan menjalani tes kesehatan dan postur tubuh yang dijadwalkan pada 11 April 2026. Tahapan ini melibatkan kerja sama dengan Dinas Kesehatan, TNI, dan Polri.
Pemeriksaan meliputi tinggi dan berat badan, kesehatan mata, serta tes urin khusus bagi peserta putri. Selain itu, dilakukan juga penilaian postur tubuh seperti posisi bahu, bentuk kaki, hingga potensi kelainan fisik yang dapat memengaruhi kemampuan baris-berbaris.
Ujian Fisik hingga Kepribadian
Setelah lolos tes kesehatan, peserta akan menghadapi serangkaian seleksi lanjutan, mulai dari parade, kesamaptaan (kebugaran fisik), hingga Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Tak hanya fisik, aspek mental dan karakter juga menjadi penilaian utama. Pada tahap akhir, peserta akan mengikuti seleksi kepribadian dan wawancara.
Menariknya, dalam tahap ini peserta juga diuji pemahaman budaya lokal Yogyakarta, seperti kemampuan membaca aksara Jawa, wawasan pariwisata, hingga potensi seni yang dimiliki.
Hanya 23 Pasang Terpilih
Dari seluruh proses seleksi, nantinya akan dipilih 23 pasang terbaik untuk menjadi Paskibraka Kota Yogyakarta 2026. Dari jumlah tersebut, delapan pasang akan melaju ke tingkat provinsi untuk bersaing lebih lanjut.
“Setiap provinsi nantinya akan mengirimkan dua perwakilan ke tingkat nasional, satu putra dan satu putri. Dalam dua tahun terakhir, Kota Yogyakarta berhasil meloloskan wakil hingga ke tingkat nasional,” jelas Bayu.
Rekam Jejak Digital Jadi Sorotan
Dalam seleksi tahun ini, panitia juga memberi perhatian khusus pada rekam jejak digital para peserta. Aktivitas di media sosial menjadi salah satu indikator penting dalam menilai karakter dan integritas calon Paskibraka.
“Tidak hanya kuat secara fisik, mereka juga harus memiliki kepribadian baik, jiwa kepemimpinan, serta bijak dalam bermedia sosial,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Yogyakarta, Retina Nur Faizah Rumdono, menekankan bahwa Paskibraka merupakan wadah pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, program ini tidak hanya melatih kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan kepercayaan diri.
“Paskibraka adalah ruang pembelajaran untuk menjadi generasi muda yang berintegritas dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga kondisi kesehatan, tetap percaya diri, dan mempersiapkan diri secara maksimal di setiap tahapan seleksi.























