KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggelar aksi kerja bakti terpadu di kawasan Jalan Malioboro. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, serta citra kawasan wisata ikonik tersebut.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, hadir langsung dan memimpin jalannya kegiatan. Ia menegaskan bahwa kerja bakti rutin ini merupakan implementasi dari gerakan “Yogyakarta Berhati Nyaman” yang sejalan dengan program nasional Indonesia Asri.
“Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi komitmen bersama yang dilakukan secara rutin setiap Selasa dan Jumat, baik di lingkungan kantor maupun ruang publik,” ujar Dedi, Rabu (8/4/2026).
Kerja bakti tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah di lingkungan Pemkot Yogyakarta, instansi vertikal, aparat TNI dan kepolisian, hingga komunitas, paguyuban, serta pelaku usaha di kawasan Malioboro.
Kali ini, fokus pembersihan diarahkan ke sejumlah titik yang dinilai rawan kotor dan menimbulkan bau, seperti area parkir andong dan becak, trotoar, hingga area di bawah pepohonan. Selain pembersihan manual, juga dilakukan penyemprotan untuk menjaga kesegaran lingkungan.
Rangkaian kegiatan berlangsung sepanjang kawasan Malioboro hingga Margomulyo dan berakhir di kawasan Titik Nol Kilometer.
Masih Ditemukan Sampah Rokok di Kawasan Bebas Rokok
Meski telah ditetapkan sebagai kawasan bebas rokok, Dedi mengungkapkan masih ditemukannya puntung dan bungkus rokok di beberapa titik. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran pengunjung dan masyarakat masih perlu ditingkatkan.
“Kami berharap semua pihak bisa mematuhi aturan. Tempat khusus merokok sudah disediakan, sehingga kawasan ini bisa benar-benar bersih dari asap rokok,” tegasnya.
Dorong Budaya Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menambahkan bahwa kerja bakti ini juga menjadi sarana untuk membangun budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Menurutnya, momentum kerja bakti rutin yang digelar setiap Selasa dan Jumat, termasuk saat bertepatan dengan hari pasaran Jawa seperti Selasa Wage, menjadi kesempatan untuk menggerakkan partisipasi kolektif.
“Kami ingin membiasakan kerja bakti sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan sesaat,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, petugas juga melakukan penyedotan limbah di sejumlah titik cekungan, pemangkasan pohon, penertiban reklame liar, hingga penghapusan vandalisme di fasilitas umum. Selain itu, pembersihan elemen pedestrian seperti teraso, grill, dan tree case juga dilakukan secara menyeluruh.
Harapan Malioboro Tetap Bersih dan Jadi Daya Tarik Wisata
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap kawasan Malioboro tetap terjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanannya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk turut menjaga kebersihan serta mematuhi aturan yang berlaku selama berada di kawasan tersebut.
“Kebersihan adalah bagian dari kenyamanan dan kesehatan bersama. Mari kita jaga Malioboro agar tetap menjadi kebanggaan Kota Yogyakarta,” jelas Yetti. (*)























