Recent News

Wakil Wali Wawan Hadiri Natal St Ignatius Loyola Wirobrajan, Tegaskan Yogyakarta Kota Toleran dan Inklusif

KABARSEMBADA.COM, YOGYAKARTA – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menghadiri Perayaan Natal Gereja St Ignatius Loyola Wirobrajan yang digelar di Jalan Abimanyu, Sabtu (3/1/2026). Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta ini menjadi simbol nyata komitmen Pemkot dalam menjaga kehidupan beragama yang rukun, aman, dan inklusif di Kota Gudeg.

Dalam suasana perayaan Natal yang hangat dan penuh kebersamaan, Wawan Harmawan menyampaikan rasa syukur atas seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Kota Yogyakarta yang berlangsung kondusif, tertib, dan aman. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang telah menaati kebijakan Pemkot demi menjaga ketertiban umum.

“Perayaan Natal berjalan dengan baik, dilanjutkan dengan malam tahun baru yang juga aman dan tertib. Larangan petasan dipatuhi, pengaturan aktivitas masyarakat berjalan dengan baik, dan semuanya termonitor secara langsung di lapangan maupun melalui CCTV,” ujar Wawan dalam sambutannya.

Wawan menilai keberhasilan menjaga keamanan dan kenyamanan selama libur akhir tahun tidak lepas dari kesadaran kolektif masyarakat. Termasuk dalam pengaturan aktivitas ekonomi dan pariwisata yang diterapkan secara bergiliran, terutama di kawasan padat pengunjung seperti Malioboro dan sekitarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga menjadi kunci utama terciptanya suasana damai selama perayaan keagamaan dan pergantian tahun di Yogyakarta.

Keluarga Jadi Fondasi di Tengah Gempuran Teknologi

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Yogyakarta juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang kini memasuki berbagai aspek kehidupan, termasuk hadirnya kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi di hampir semua sektor.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keluarga, budaya, serta etika yang telah lama menjadi identitas Yogyakarta.

“Teknologi berkembang sangat cepat, ada AI dan berbagai digitalisasi lainnya. Namun yang paling utama tetap keluarga sebagai fondasi, agar budi pekerti tidak tergerus oleh kemajuan zaman. Yogyakarta adalah kota budaya, sehingga nilai unggah-ungguh, saling menghormati, dan toleransi harus terus dijaga,” tegasnya.

Yogyakarta Miniatur Indonesia yang Ramah Perbedaan

Lebih lanjut, Wawan Harmawan menegaskan bahwa Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kebhinekaan. Kota ini, kata dia, harus terus menjadi ruang aman bagi semua warga tanpa memandang latar belakang agama, budaya, maupun kondisi fisik.

Ia menekankan pentingnya memberikan akses dan kesempatan yang setara, termasuk bagi penyandang disabilitas, baik dalam dunia kerja, pelayanan publik, maupun dalam menjalankan ibadah.

“Mari kita jaga Yogyakarta yang lebih istimewa. Kota yang saling menghargai, toleran, dan memberikan kesempatan yang adil bagi semua,” imbuhnya.

Paroki Brayat Minulyo Kini Berstatus Paroki Administratif

Sementara itu, perwakilan Paroki Brayat Minulyo Wirobrajan, Prananto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Wali Kota Yogyakarta dalam perayaan Natal tersebut. Ia juga menginformasikan perkembangan penting dalam kehidupan menggereja di wilayah Wirobrajan.

“Tadi Pak Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa pada malam Natal sempat berkeliling ke gereja-gereja paroki. Saat itu Brayat Minulyo memang belum paroki. Kini kami sudah resmi menjadi paroki administratif, dan tentu berharap ke depan juga dapat dikunjungi kembali,” ujar Prananto.

Dengan status baru tersebut, Paroki Brayat Minulyo kini memiliki kewenangan untuk mengelola pelayanan sakramen secara mandiri, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pastoral bagi umat.

Natal Jadi Momentum Penguatan Kebersamaan Umat

Prananto menambahkan, perayaan Natal di wilayah Wirobrajan tahun ini tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga berbagai kegiatan kebersamaan yang telah dipersiapkan sejak beberapa pekan sebelumnya. Mulai dari lomba anak-anak hingga kegiatan keluarga, semuanya dirancang untuk mempererat tali persaudaraan antarumat.

“Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga. Dengan status paroki administratif, pelayanan sakramen kini dapat dikelola sendiri dan menjadi pemacu untuk berkembang lebih baik ke depan,” pungkasnya.

Perayaan Natal St Ignatius Loyola Wirobrajan berlangsung dalam suasana hangat, penuh sukacita, dan kebersamaan. Momentum ini menjadi cerminan kuatnya harmoni sosial serta terawatnya toleransi antarumat beragama di Kota Yogyakarta. Kehadiran pimpinan daerah di tengah perayaan keagamaan tersebut kembali menegaskan Yogyakarta sebagai kota yang tidak hanya kaya budaya, tetapi juga kokoh dalam nilai persatuan, keberagaman, dan kemanusiaan. (*)

Tags :

Zidniy Husnaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Portal informasi yang didedikasikan oleh sejumlah jurnalis, pegiat teknologi informasi, akademisi, dan pelaku bisnis. Sebagai portal informasi berita, KABARSEMBADA.COM mengusung tagline Good News is The Best News (Berita Bagus Kabar Terbaik).

© 2025. All Rights Reserved by Kabar Sembada